BLITAR, insanimedia.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Blitar resmi menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) untuk masa khidmah 2025–2029. Forum permusyawaratan tingkat cabang ini dilangsungkan di Aula Madrasah Ibtidaiyah (MI) MWB Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, pada Ahad (4/10/2026).
Acara yang diawali dengan doa oleh Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Selopuro, Kiai Marifatus Sholihin, ini dipenuhi oleh barisan peserta berjaket hijau khas Ansor. Diikuti oleh jajaran pengurus tingkat kabupaten hingga para ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC), Muskercab difokuskan untuk merumuskan landasan program kerja organisasi selama dua tahun ke depan.
Muskercab dibuka secara resmi oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Dr. Muhammad Syukur. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dinamika dan progresivitas gerakan pemuda NU di Blitar. “Ansor Blitar selalu menjadi tonggak perubahan di Ansor Jawa Timur,” tegasnya.
Pembukaan forum ini turut dihadiri Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar KH Bahruddin, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Blitar Imam Maliki, serta jajaran pengurus badan otonom (banom) NU lainnya yang meliputi Muslimat, Fatayat, IPNU, dan IPPNU. Kehadiran elemen banom ini menegaskan eratnya sinergi lintas generasi dan organisasi di lingkungan NU Kabupaten Blitar.
Fokus Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan
Dalam merumuskan program strategisnya, PC GP Ansor Kabupaten Blitar menitikberatkan pada sektor kemandirian kader. Ketua PC GP Ansor Kabupaten Blitar, Imam Maliki, menyoroti pencapaian organisasinya yang baru saja dianugerahi penghargaan Kader Tani Inovatif.
”Kami terus menguatkan program pemberdayaan dan ketahanan pangan. Penghargaan Kader Tani Inovatif ini menjadi penyemangat bagi kader untuk melanjutkan program tersebut,” ujar Imam Maliki.

Peran Transisi dan Penyangga Jam’iyah
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH Bahruddin, memberikan penekanan khusus mengenai posisi krusial Ansor dalam rantai kaderisasi Nahdlatul Ulama. Menurutnya, Ansor merupakan ruang transisi yang sangat penting bagi kader muda NU yang sebelumnya berproses dan berhimpun di kalangan pelajar (IPNU-IPPNU).
”Ansor penting menjadi ruang transisi kader NU dari anak menuju dewasa,” kata KH Bahruddin.
Lebih lanjut, ia menjabarkan dua tanggung jawab besar yang dipikul oleh GP Ansor dalam mengawal organisasi. Pertama, membina dan mengawal keberlanjutan pergerakan adik-adik pelajar NU. Kedua, memastikan seluruh kegiatan jam’iyah NU dapat berjalan lancar dengan memosisikan diri sebagai penyangga utama.
Hasil rumusan dari Muskercab ini akan menjadi dokumen acuan resmi dan kompas pergerakan bagi PC GP Ansor Kabupaten Blitar beserta seluruh jajaran PAC. Rencana kerja strategis tersebut diharapkan mampu mengeksekusi visi organisasi sekaligus mematangkan agenda konsolidasi pada masa khidmah 2025–2029.







