Sudah Lima Bulan Beroperasi, Gerai Obat KDKMP Ngadirejo Belum Selengkap Apotek

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Gerai obat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Ngadirejo, Kota Blitar, masih memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan obat masyarakat. Meski telah beroperasi sekitar empat hingga lima bulan, gerai tersebut baru menjual obat bebas dan obat bebas terbatas. Sementara itu, rencana pembukaan klinik sebagai bagian dari layanan koperasi belum terealisasi.

Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan, Dita Novianti, menjelaskan bahwa Kemenkes menghadirkan gerai obat di KDKMP untuk mempermudah masyarakat memperoleh obat bagi penanganan keluhan kesehatan ringan secara mandiri atau swamedikasi.

“Kami dari Kemenkes menyediakan gerai obat yang nantinya bisa menyediakan obat bebas dan obat bebas terbatas, meningkatkan akses kepada masyarakat untuk melakukan swamedikasi,” ujar Dita saat meninjau KDKMP Ngadirejo.

Namun, gerai tersebut belum menyediakan obat keras yang penggunaannya memerlukan resep dokter. Masyarakat yang membutuhkan obat jenis itu masih harus mendatangi apotek untuk mendapatkan pelayanan sesuai ketentuan.

“Jadi ini yang untuk swamedikasi. Misalnya ada yang sakit-sakit ringan, silakan membeli di sini. Kalau untuk obat keras yang masih menggunakan resep, untuk sementara harus ke apotek,” jelasnya.

Manager KDKMP Ngadirejo, Lelly Novita, juga mengakui keterbatasan layanan tersebut. Ia mengatakan koperasi belum dapat menyediakan beragam jenis obat seperti yang tersedia di apotek karena belum memiliki apoteker. Selain itu, unit usaha klinik yang direncanakan sebagai layanan pendukung juga belum beroperasi.

“Karena kita masih belum ada apotekernya, jenis obatnya sendiri masih obat yang aman, yang bebas diedarkan. Kita juga belum ada apoteknya dan lini usaha kita yang klinik itu juga belum jalan,” ujar Lelly.

Keterbatasan pilihan obat turut memengaruhi aktivitas penjualan di gerai tersebut. Menurut Lelly, jumlah pembelian obat masih belum tinggi karena masyarakat belum memiliki banyak pilihan produk. Pihak koperasi berharap pengembangan layanan ke depan dapat meningkatkan kelengkapan obat yang tersedia.

Baca Juga :  Pemkot Blitar Raih Predikat A SAKIP Award 2024 PANRB

“Belum banyak untuk obat-obatan. Mungkin karena obat-obatannya juga terbatas. Masih terbatas saat ini, cuma ke depannya kan ada klinik, jadi pastinya akan dilengkapi,” katanya.

Di sisi lain, Dita menyebut KDKMP berpeluang mengembangkan gerai obat menjadi apotek apabila usaha tersebut menunjukkan perkembangan yang baik. Meski demikian, pengelola harus memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku bagi penyelenggaraan apotek.

“Kalau misalnya nanti memang ini banyak, bisa suatu saat menjadi apotek. Namun memang sekarang kita memprioritaskan untuk obat bebas dan obat bebas terbatas,” ujarnya.