Mengadapi Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem, TNI AL Perkuat Kesiapan Kesehatan Prajurit

insanimedia.id – Surabaya – Pusat Kesehatan Angkatan Laut (Puskesal) memperkuat pembahasan mitigasi risiko kesehatan prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi kesiapan operasional di wilayah maritim.

 

Upaya tersebut dibahas dalam seminar internasional bertema Perspektif Kesehatan Kelautan yang digelar di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Sabtu (17/10/2026), dalam rangka Hari Kesehatan TNI AL.

 

Kepala Puskesal Laksda TNI dr. Mohamad Sulaiman Abidin, Sp.M., mengatakan, perubahan kondisi lingkungan laut dan dinamika keamanan global membuat aspek kesehatan semakin penting dalam mendukung pelaksanaan tugas prajurit.

 

Menurutnya, laut tidak hanya menjadi wilayah pertahanan konvensional, tetapi juga ekosistem vital yang berkaitan dengan ketahanan nasional. Kenaikan suhu laut, anomali cuaca, dan cuaca ekstrem dapat meningkatkan beban fisik personel yang bertugas di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) maupun saat menjalankan operasi penyelaman.

 

“Kita dan semua prajurit TNI AL dituntut untuk makin peka dan tanggap akan perubahan iklim ini. Termasuk kebakaran hutan juga menjadi konsen bersama kita,” kata Sulaiman seusai pembukaan seminar.

 

Ia menekankan, kesiapan kesehatan prajurit perlu diperhatikan agar personel tetap mampu menjalankan tugas di tengah perubahan kondisi lingkungan, baik di darat maupun di laut.

 

Sejumlah risiko kesehatan menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut, di antaranya heat stroke atau sengatan panas, penyakit dekompresi pada penyelam, emboli gas, serta kelelahan ekstrem. Risiko tersebut membutuhkan langkah mitigasi dan penanganan medis yang sesuai dengan karakteristik operasi maritim.

 

Melalui seminar ini, Puskesal mendorong penguatan standar pelayanan kedokteran kelautan yang adaptif terhadap tantangan operasional. Pembahasan mencakup upaya mengantisipasi gangguan kesehatan, meningkatkan kesiapan tenaga medis, serta mendukung kebugaran prajurit dalam menjalankan tugas.

Baca Juga :  Wapres Gibran Periksa Fasilitas Kesehatan di Kota Blitar

 

Seminar internasional tersebut menghadirkan pakar dari berbagai bidang, mulai dari oseanografi, perubahan iklim, kedokteran kelautan, hingga geopolitik dan keamanan maritim.

 

Peserta dan pembicara berasal dari lingkungan TNI AL, termasuk Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal), serta kalangan akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Airlangga (Unair).

 

Forum ini juga melibatkan pengamat geopolitik dan keamanan maritim dari luar negeri, termasuk perwakilan penasihat militer Uni Eropa (European Union Military Advisor), serta Perhimpunan Kedokteran Kelautan TNI AL (Perdokla).

 

Sejumlah pejabat kesehatan TNI AL turut hadir, di antaranya Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya Laksma TNI dr. Mukti Fahimi, Sp.PD., FINASIM, serta Kepala Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL (Lakesla) Kolonel Laut (K/W) dr. Titut Harnanik, Sp.KL., Subsp.P.H.(K).

 

Melalui pertukaran pengetahuan lintas bidang tersebut, kesehatan kelautan diharapkan semakin mampu menjawab tantangan perubahan lingkungan dan mendukung kesiapan prajurit TNI AL dalam melaksanakan tugas operasional. (il)