Influenza Tipe A Merebak di Sejumlah Daerah Jatim, Dinkes Blitar Perketat Pemantauan

Penulis : Rizma N.A

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Kenaikan kasus Influenza Tipe A di sejumlah wilayah Jawa Timur membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar memperketat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit pernapasan. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus Influenza Tipe A di wilayah Kabupaten Blitar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Pengawasan terutama diarahkan pada kasus Influenza Like Illness (ILI), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, hingga pasien yang menjalani rawat inap akibat gangguan pernapasan.

Menurut Christine, analisis terhadap data SKDR juga dilakukan secara berkala, terutama di wilayah Kabupaten Blitar yang berbatasan langsung dengan daerah yang mengalami peningkatan kasus Influenza Tipe A.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan adanya peningkatan kasus yang tidak biasa dapat segera terdeteksi. Fasilitas pelayanan kesehatan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, maupun pneumonia.

“Untuk saat ini belum ada laporan adanya kasus Influenza Tipe A yang dilaporkan oleh rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar,” ujar Christine.

Selain pemantauan melalui SKDR, Dinkes Kabupaten Blitar memperkuat surveilans berbasis laboratorium. Koordinasi dilakukan bersama Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk mendukung deteksi serta pemantauan penyakit tersebut.

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat. Edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk penerapan etika batuk, terus digencarkan sebagai bagian dari langkah pencegahan penularan penyakit pernapasan.

Dinkes Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit pernapasan yang tidak kunjung membaik atau justru semakin berat.

Baca Juga :  Kebutuhan Capai 15 Ribu Meter Kubik per Bulan, RSUD Mardi Waluyo Pastikan Stok Oksigen Aman untuk Pelayanan Pasien