Blitar, insanimedia.id – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Blitar mengalami penurunan hingga separuh dari jumlah sebelumnya. Kondisi ini memicu antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menindaklanjuti situasi tersebut, Polres Blitar Kota bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di tiga SPBU.
Pengawas SPBU Kebon Rojo, Muhammad Khairul Huda, mengatakan pasokan Pertalite masih dikirim setiap hari. Namun, jumlah BBM yang diterima hanya sekitar 8.000 liter per hari sehingga pengelola harus mengatur penjualan untuk mengendalikan antrean.
“Setiap hari di-drop 8.000 liter. Sebenarnya permintaan kita lebih, cuma dari sana cuma dikasih 8.000. Makanya kita atur sedemikian rupa,” ujarnya.
Untuk mengatur distribusi kepada konsumen, SPBU Kebon Rojo membagi penjualan Pertalite ke dalam tiga sif. Masing-masing sif memperoleh alokasi 2.500 liter dengan jadwal pelayanan pukul 06.00, 14.00, dan 20.00 WIB. Dengan skema tersebut, SPBU mengalokasikan total 7.500 liter Pertalite setiap hari.
Khairul menjelaskan, pengiriman BBM tidak mengalami keterlambatan. Akan tetapi, jumlah pasokan yang diterima SPBU mengalami perubahan. Sebelumnya, SPBU Kebon Rojo memperoleh Pertalite sebanyak 16.000 liter per hari, sebelum akhirnya turun menjadi 8.000 liter.
Sementara itu, Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Blitar Kota, Ipda Aristoteles Urat Natogu Sirait, mengatakan pihaknya bersama Disperindag memeriksa tiga SPBU, yakni SPBU Kebon Rojo, SPBU Jalan Kalimantan, dan SPBU Penataran.
Berdasarkan hasil pemantauan awal, pengiriman BBM ke ketiga SPBU tersebut masih berlangsung setiap hari. Namun, pasokan yang diterima berada di kisaran 8 kiloliter (KL).
“Jadi, dari Polres Blitar Kota bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan hari ini melaksanakan sidak ke tiga SPBU. Ditemukan bahwa memang pengiriman masih tetap lancar. Jadi, setiap hari pasti ada pengiriman. Cuma dibagi rata sekitar 8 KL dari Malang,” jelasnya.
Meski pengiriman masih berjalan, polisi belum menghentikan pemeriksaan terhadap SPBU Kebon Rojo. Aristoteles menyebut pihaknya masih mendalami prosedur operasional standar (SOP) penjualan BBM di SPBU tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya penyimpangan.
“Untuk yang di Kebon Rojo ini kita masih mendalami mengenai SOP-SOP-nya. Mungkin memang ada indikasi yang mencurigakan dari SPBU tersebut. Nanti bakal kita tindak lanjuti seperti apa, nanti ditunggu saja,” katanya.
Selain memeriksa prosedur penjualan, polisi mengingatkan petugas SPBU agar meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan yang diduga melakukan pengisian BBM berulang kali.
“Jika menemukan pola pembelian mencurigakan, operator diminta tidak melayani pengisian berikutnya dan segera melaporkannya kepada polisi untuk diselidiki,” pungkasnya.







