Candi Puthuk Ayem, Desa Boro Blitar Diresmikan, Bupati Blitar Rijanto Ajak Warga Jaga Toleransi

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Bupati Blitar Rijanto meresmikan Candi Puthuk Ayem yang berada di Vihara Buddha Sasana Jaya, Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Rabu (21/10/2026). Peresmian tersebut menjadi langkah untuk memperkuat toleransi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta merawat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Blitar.

Kegiatan ini sekaligus menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Sangha Theravada Indonesia. Momentum tersebut mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah perbedaan agama, budaya, dan tradisi.

Dalam sambutannya, Rijanto menekankan bahwa keberagaman merupakan kekayaan daerah yang perlu dijaga bersama. Ia mengajak masyarakat menjadikan perbedaan sebagai landasan untuk saling menghargai, mempererat hubungan persaudaraan, dan membangun kehidupan yang damai.

Rijanto juga menilai nilai-nilai ajaran Buddha, seperti cinta kasih, welas asih, kebijaksanaan, dan pengendalian diri, memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi tantangan zaman, termasuk perbedaan pendapat dan derasnya arus informasi.

” Nilai-nilai ini dapat menjadi pedoman menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk perbedaan pandangan dan derasnya arus informasi”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Rijanto berharap keberadaan Candi Puthuk Ayem dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi tempat ibadah, candi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang untuk membangun karakter, menumbuhkan ketenangan batin, serta mendorong masyarakat menerapkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui peresmian ini, Pemkab Blitar berharap semangat toleransi dan persaudaraan terus tumbuh sehingga masyarakat dapat menjaga kerukunan serta memperkuat kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

Baca Juga :  Satu Abad NU, Ribuan Nahdliyin Blitar Raya Bakal Gelar Istighotsah Kubro di Stadion Supriyadi