Perempuan Asal Ponggok, Blitar Ditemukan Meninggal di Sungai Brantas Wilayah Srengat

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Warga Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, menemukan seorang perempuan meninggal dunia di aliran Sungai Brantas, Minggu (8/11/2026). Korban diketahui bernama Kasih, 61, warga Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Dua anak yang sedang memancing di sekitar sungai pertama kali mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 09.45 WIB. Saat memancing di sebelah barat Jembatan Kereta Api Nguri, keduanya melihat seorang perempuan terbawa arus Sungai Brantas.

Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar membenarkan penemuan jenazah tersebut. Setelah menerima laporan masyarakat, kepolisian segera mengerahkan tim gabungan untuk mendatangi lokasi.

“Dua saksi anak-anak yang sedang memancing sempat berupaya mencari bantuan warga sekitar saat melihat korban hanyut. Karena tidak menemukan orang dewasa, mereka menguntit arah arus sejauh kurang lebih satu kilometer hingga ke area tambangan Selokajang,” ujar AKP Samsul Anwar, Minggu (8/11).

Samsul menjelaskan, kedua anak tersebut mengikuti arah aliran sungai hingga mencapai kawasan tambangan Selokajang. Di lokasi itu, seorang pemancing dewasa yang berada di tepi sungai melihat korban sudah berada di pinggir sungai dalam kondisi tidak bernyawa.

“Saksi dewasa tersebut langsung memanggil warga sekitar untuk meminta pertolongan, sekaligus menyampaikannya ke Polsek Srengat.

Petugas Polsek Srengat bersama piket Reskrim, Pamapta, Unit Identifikasi Polres Blitar Kota, hingga Babinsa dan Babinkamtibmas langsung meluncur ke TKP untuk melakukan evakuasi,” jelas Samsul.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah Kasih ke RSUD Srengat untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit menahun.

Polisi menduga kondisi kesehatan korban berkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun, penyebab pasti korban masuk ke aliran sungai belum dapat dipastikan.

Baca Juga :  Grand Opening Undersky Diawali Santunan Anak Yatim di Purworejo

“Dari keterangan pihak keluarga, korban memang mempunyai riwayat sakit lama. Pihak keluarga sudah menyatakan menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah, serta memohon untuk tidak dilakukan autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi,” pungkas Samsul.