Wabup Purworejo, Dion Agasi Ajak Kader Posyandu Perkuat Pencegahan Stunting

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Purworejo, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten Purworejo memperkuat peran kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam meningkatkan pelayanan dasar dan menekan angka stunting. Sebanyak 155 kader dari desa-desa di Kecamatan Kemiri dan Gebang mengikuti kegiatan Penguatan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Gedung Serbaguna Desa Bedono Karangduwur, Kamis (29/10/2026).

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi membuka kegiatan tersebut secara langsung. Hadir pula Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Purworejo Raja Thifal Mazaya Izzati, Kepala DPPPAPMD Laksana Sakti AP MSi, anggota DPRD Komisi IV H Muh Dahlan, Camat Kemiri Bambang Supriatno SSos, dan Camat Gebang Endah Hanna Rosanti SIP MSi.

Dalam sambutannya, Dion mengapresiasi dedikasi para kader Posyandu yang selama ini membantu pemerintah memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat. Menurutnya, para kader menjalankan tanggung jawab yang tidak ringan, tetapi memiliki nilai pengabdian besar.

“Saya memahami bahwa tugas Posyandu ini bukan tugas yang mudah, bukan tugas yang sederhana. Namun dibalik tugas yang berat itu, juga menjadi tugas yang mulia,” katanya.

Dion mendorong para kader agar terus meningkatkan kontribusi mereka dalam melayani masyarakat. Ia menilai dukungan pemerintah daerah dan kerja sama berbagai unsur masyarakat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan peran kader Posyandu.

Selain mengapresiasi pengabdian para kader, Dion juga menyoroti persoalan stunting yang masih membutuhkan perhatian serius. Ia menyebutkan, sekitar 14 persen anak di Kabupaten Purworejo mengalami stunting. Artinya, dari setiap 1.000 anak, sekitar 140 anak menghadapi masalah pertumbuhan tersebut.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga habit dan pola asuh orang tua, pernikahan usia dini dan faktor genetik. Anak mengalami stunting dikarenakan dalam 1000 hari kelahiran tidak mendapatkan asupan nutrisi, perawatan kesehatan, serta stimulasi yang optimal sesuai tahapannya. Di sinilah peran kader diharapkan tidak hanya mencatat dan memberikan PMT, tetapi juga memberikan contoh pola asuh yang tepat,” tegasnya.

Baca Juga :  Marak Pembakaran Sampah Masih, Khususnya di Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar, ini Himbauan DLH

Melalui penguatan Posyandu berbasis enam SPM, Pemkab Purworejo berharap kader semakin optimal dalam mendampingi keluarga, memantau tumbuh kembang anak, serta memberikan edukasi mengenai gizi dan pola asuh. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak di Kabupaten Purworejo.