Bagi Waktu Kerja dan Latihan, Atlet Asal Blitar Raih Dua Emas di Unesa Open 2025

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Tekad kuat dan kerja keras kembali membuahkan hasil manis bagi atlet jiu-jitsu asal Blitar.  Zaenal Abidin atlet 24 tahun ini turun dalam ajang Kejuaraan Ju-Jitsu Unesa Open 2025 se-Asia Tenggara. Abidin sukses menyabet dua medali emas di kategori 70 kilogram dan 3v3 Absolute Weight Division.

Abidin, yang kini tinggal di Karanggondang, Udanawu, Blitar, mengaku sudah menekuni jiu-jitsu sejak duduk di bangku SMP pada tahun 2012. Dorongan awalnya terjun ke olahraga bela diri justru datang karena pengalaman pribadi: ia sempat menjadi korban perundungan saat sekolah dasar.

“Saya dulu sering dibully karena badan saya kecil. Dari situ saya belajar jiu-jitsu untuk membela diri dan menambah kepercayaan diri,” ujarnya.

Meski kini bekerja di Surabaya, Abidin tetap menyempatkan diri berlatih di sela-sela kesibukan. Ia bahkan berlatih hingga malam hari dan rutin berkonsultasi dengan pelatih lewat pesan WhatsApp.

“Pelatih saya tidak bisa mendampingi saat pertandingan, jadi saya banyak mengingat teknik yang sudah diajarkan,” katanya.

Momen paling menegangkan terjadi saat laga semifinal. Abidin hampir kalah, namun berkat dorongan dari diri sendiri dan semangat teman-teman, ia berhasil membalikkan keadaan di 10 detik terakhir pertandingan.

“Saya selalu melakukan self-hypnosis sebelum bertanding. Saya membayangkan naik ring dan menjadi pemenang,” ungkapnya.

Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Abidin. Ia berharap prestasinya dapat sedikit membanggakan daerah asalnya.

“Berkat doa orang tua dan dukungan teman-teman, saya bisa sampai di titik ini,” ujarnya penuh syukur.

Ke depan, Abidin menargetkan untuk mengikuti lebih banyak kejuaraan di tingkat nasional dan daerah. Ia juga berpesan kepada para atlet muda agar tidak berhenti berlatih dan tetap menjalin hubungan baik dengan pelatih dan rekan latihan.

Baca Juga :  Pelatih Timnas Petrick Kluivert Panggil Lini Depan Asal Kediri Hadapi Australia dan Bahrain, Siapa Dia ?

“Dari mereka lah kita tumbuh dan belajar. Semua ilmu datang dari pelatih,” tutupnya.(Tan/Rid)