Purorejo, insanimedia.id — Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memperluas jangkauan layanan Laboratorium Konstruksi dan Pengelolaan Alat Berat (LKPAB) hingga ke luar daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring peluncuran sistem digital SIMPEL LAB dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) di Aula Dinas PUPR Purworejo, Rabu (22/7).
Ketua Komisi III DPRD Purworejo, Tursiyati, mengatakan Laboratorium Konstruksi Dinas PUPR memiliki daya saing tinggi karena telah mengantongi sertifikat akreditasi ISO/IEC 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Menurutnya, pencapaian tersebut harus dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak pengguna jasa dari berbagai daerah.
“Jangan hanya melayani pengguna jasa dari Kabupaten Purworejo. Dengan akreditasi dan kualitas layanan yang sudah dimiliki, ini menjadi modal besar untuk menarik pengguna jasa dari daerah lain sehingga mampu meningkatkan PAD,” kata Tursiyati.
Ia mengapresiasi hadirnya SIMPEL LAB sebagai inovasi pelayanan berbasis digital yang mengintegrasikan layanan pengujian laboratorium konstruksi dan penyewaan alat berat secara daring. Menurutnya, sistem tersebut mempermudah masyarakat memperoleh layanan tanpa mengurangi kualitas hasil pengujian.
Selain memperluas pangsa pasar, Tursiyati meminta Dinas PUPR tetap mempertahankan mutu pelayanan dan hasil pengujian. Ia menilai kualitas layanan harus menjadi keunggulan utama agar mampu bersaing dengan laboratorium konstruksi di daerah lain.
“Silakan bersaing dalam pelayanan dan inovasi, tetapi jangan pernah mengabaikan kualitas hasil uji maupun perawatan peralatan. Justru kualitas itulah yang akan menjadi daya tarik pengguna jasa dari luar daerah,” tegasnya.
Tursiyati juga mendorong Dinas PUPR memperluas sosialisasi SIMPEL LAB kepada kontraktor, konsultan, badan usaha milik negara (BUMN), serta instansi pemerintah di wilayah sekitar Purworejo. Menurutnya, peningkatan PAD tidak cukup hanya mengandalkan penyesuaian tarif retribusi, tetapi juga harus didukung promosi dan perluasan pasar layanan.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Purworejo, Hendro Susilo, menyampaikan tiga aspek yang menjadi perhatian DPRD, yaitu kualitas hasil pengujian, kemudahan pelayanan melalui digitalisasi, serta peningkatan kontribusi terhadap PAD.
“Mutu pelayanan tetap menjadi prioritas karena hasil laboratorium ini berkaitan langsung dengan kualitas pembangunan infrastruktur yang nantinya dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Hendro menilai SIMPEL LAB menjadi inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses. Namun, ia mengingatkan bahwa perluasan layanan hingga luar daerah harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Purworejo perlu menyiapkan tambahan tenaga maupun dukungan anggaran apabila jumlah pengguna jasa terus meningkat agar kualitas pelayanan tetap terjaga.
“Kalau targetnya diperluas hingga luar daerah, tentu kebutuhan SDM juga harus dipersiapkan. Kami di DPRD siap bersinergi apabila memang diperlukan penambahan personel dalam pembahasan APBD mendatang,” katanya.
Dalam forum tersebut, Komisi III DPRD Purworejo juga memberikan apresiasi atas peluncuran SIMPEL LAB yang dinilai menjadi tonggak transformasi digital pelayanan publik di Kabupaten Purworejo.
Melalui SIMPEL LAB, pengguna jasa dapat mendaftarkan layanan secara daring, memantau proses pengujian secara real time, membayar retribusi melalui QRIS Bank Jateng, hingga mengunduh sertifikat hasil pengujian secara elektronik tanpa harus datang berulang kali ke kantor.
Sistem yang diluncurkan Sekretaris Daerah Purworejo, Suranto, itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menjadi sarana untuk mengoptimalkan pendapatan daerah melalui pengembangan layanan laboratorium konstruksi dan penyewaan alat berat.







