ECOTON Gandeng Sekolah Alam Ramadhani Kenalkan Bahaya Mikroplastik

Penulis : Andy

Insani Media

Kediri, insanimedia.id – Sekolah Alam Ramadhani berkolaborasi dengan ECOTON (Ecological Observation and Wetlands Conservation) mengajak peserta mengenal bahaya mikroplastik melalui kegiatan edukasi lingkungan bertajuk “Detektif Mikroplastik”, Jumat (3/10/2026).

Tim penyelenggara menggelar kegiatan di lingkungan Sekolah Alam Ramadhani. Setelah sesi edukasi, peserta melanjutkan kegiatan dengan kunjungan wisata alam ke Sumber Sugihwaras, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Program tersebut menyasar peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP, SMA hingga masyarakat umum. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai bahaya sampah plastik dan mikroplastik yang dapat mencemari lingkungan.

ECOTON menghadirkan mobil edukasi yang dilengkapi mikroskop dan peralatan pengujian kualitas air. Melalui fasilitas tersebut, peserta dapat mengamati keberadaan mikroplastik sekaligus mempelajari cara mencegah pencemarannya.

Tim edukasi juga mengajak peserta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membakar sampah, serta tidak membuang sampah ke sungai.

“Anak-anak menjadi sasaran utama karena memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan lebih mudah menerima pengetahuan baru. Edukasi sejak dini diharapkan menanamkan kepedulian lingkungan serta membentuk kebiasaan mengurangi plastik sekali pakai yang dapat diterapkan hingga mereka dewasa,” terang Rafika dari tim ECOTON.

Rafika turut menjelaskan bahwa keberadaan mikroplastik dapat memberikan dampak terhadap kesehatan manusia. Ia menyebut hasil penelitian menunjukkan paparan mikroplastik berkorelasi dengan penurunan fungsi kognitif, termasuk kondisi mudah lupa dan menurunnya kemampuan berpikir.

Pembina Sekolah Alam Ramadhani, Bu Ulya, mengatakan pihaknya menggelar kegiatan tersebut karena prihatin terhadap kondisi darurat sampah dan perubahan iklim yang terjadi saat ini.

“Kami menargetkan anak-anak karena meyakini mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif, menyebarkan pemahaman dan saling mengingatkan di lingkungan keluarga maupun teman,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari sejumlah sumber mikroplastik yang berasal dari benda-benda sehari-hari. Panitia menggunakan sejumlah istilah sederhana agar peserta mudah mengingatnya, seperti kantong plastik, sendok plastik, kain berserat, styrofoam, serta bahan yang terdapat pada pasta gigi dan detergen.

Baca Juga :  Miris ! Bersenjata Celurit dan Doubel Stick, Kumpulan Anak di Kediri di Bawah Umur Keroyok dan Bacok Korbannya

Peserta kemudian mengikuti praktik pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Mereka juga melakukan pengujian terhadap sejumlah sampel, seperti air sungai, udara dan daun, serta mengikuti permainan edukatif yang berkaitan dengan lingkungan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Rohman, salah seorang peserta, mengaku mendapatkan pengalaman menyenangkan karena dapat memanfaatkan waktu libur dengan kegiatan positif sekaligus memperoleh pengetahuan baru.

Peserta lainnya, Eza, juga merasa senang karena mendapat pengalaman secara langsung dan memahami pentingnya menjaga lingkungan dari pencemaran sampah plastik.

Bu Ulya berharap kegiatan tersebut dapat mendorong peserta menjadi pahlawan lingkungan yang berani menyuarakan gerakan pengurangan plastik sekali pakai. Gerakan itu diharapkan dimulai dari diri sendiri, kemudian diterapkan di lingkungan keluarga dan sekolah.

Sekolah Alam Ramadhani menjalankan kegiatan tersebut bersama para guru serta relawan dari Program Studi Psikologi Islam dan Tadris Bahasa Indonesia UIN Syekh Wasil Kediri.