Blitar, insanimedia.id – Kebakaran melanda gudang sembako non permanen milik toko grosir sembako di Lingkungan Pulerejo RT 01 RW 02 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, Minggu (10/5/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka bakar dan sejumlah barang dagangan hangus terbakar.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 19.10 WIB. Api diketahui pertama kali muncul dari kabel pompa minyak goreng atau sanyo yang digunakan untuk memindahkan minyak dari tangki ke tandon penampungan.
Kasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo mengatakan, petugas menerima laporan kebakaran dari warga dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Setelah menerima laporan, petugas segera menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan rumah di sekitar gudang,” ujar Tedy Prasojo.
Menurutnya, gudang berukuran sekitar 3×8 meter tersebut merupakan bangunan tidak permanen dengan dinding kawat dan rangka besi aluminium. Di dalam gudang terdapat berbagai bahan sembako yang mudah terbakar seperti kardus mie instan, minyak goreng, beras, hingga tabung gas LPG 3 kilogram.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran bermula saat kabel sanyo yang digunakan untuk memompa minyak goreng mendadak putus dan terbakar. Kabel yang masih menyala kemudian jatuh mengenai tumpukan kardus mie instan hingga api cepat membesar dan merembet ke tumpukan tabung gas elpiji.
“Api kemudian menyambar tabung gas elpiji sebanyak 15 tabung dan menimbulkan suara desisan keras. Kobaran api juga membakar stok beras dan satu unit mobil Suzuki Carry yang berada di lokasi,” jelasnya.
Dalam kejadian itu, pemilik toko grosir sembako, Aldo Fuhardana Putra (27), mengalami luka bakar sekitar 10 persen pada kedua kaki dan luka kemerahan pada tangan saat berusaha menyelamatkan barang dagangan. Korban sempat dirawat di RS Aulia Sutojayan sebelum dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Sementara seorang karyawan toko, Farel Rahmadani (19), mengalami luka ringan berupa ruam kemerahan di tangan dan kaki kiri. Setelah mendapatkan perawatan medis, korban diperbolehkan pulang.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga sekitar berhasil memadamkan api sekitar satu jam kemudian. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Akibat kebakaran itu, sejumlah barang dagangan berupa beras, minyak goreng, mie instan, 15 tabung gas elpiji 3 kilogram, satu unit Suzuki Carry tahun 1988, serta sebagian atap rumah mengalami kerusakan terbakar. Hingga kini kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
“Untuk sementara penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting atau terbakarnya kabel pompa minyak goreng yang berada di dekat gudang sembako,” pungkas Tedy.







