Blitar, insanimedia.id – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Ngadirejo, Kota Blitar, mulai menyediakan obat-obatan untuk masyarakat. Namun, jenis obat yang tersedia saat ini masih terbatas pada obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter.
Manajer KDKMP Ngadirejo, Lelly Novita, mengatakan Kimia Farma memasok langsung obat-obatan yang dijual di koperasi tersebut. Pihaknya juga menerapkan pengaturan khusus untuk menjaga kualitas dan keamanan obat selama penyimpanan.
“Yang dijual di kopdes saat ini masih jenis obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep dokter,” ujar Lelly.
Ia memastikan koperasi memperoleh pasokan obat langsung dari Kimia Farma sehingga dapat menjaga keamanan produk yang dijual kepada masyarakat.
“Untuk obatnya sendiri, kami disuplai langsung oleh Kimia Farma, jadi keamanan obat terjamin,” katanya.
Selain memastikan sumber pasokan, pengelola koperasi juga memperhatikan kondisi tempat penyimpanan obat. Petugas menempatkan obat di rak khusus yang bersih, kering, serta terlindung dari paparan sinar matahari langsung.
Pengelola juga memisahkan rak obat dari area penyimpanan sembako dan makanan untuk menghindari pencampuran dengan produk kebutuhan sehari-hari lainnya.
“Untuk penyimpanan, kami menyimpan di lingkungan yang bersih dan kering. Ada rak khusus obat sendiri, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Peletakan obat juga cukup jauh dari area sembako dan makanan,” ujarnya.
Meski KDKMP Ngadirejo telah menyediakan obat dari Kimia Farma, Lelly mengungkapkan bahwa layanan serupa belum tersedia di seluruh koperasi Merah Putih. Menurutnya, belum semua KDKMP memperoleh pasokan obat-obatan tersebut.
“Obatnya disuplai dari Kimia Farma, tetapi belum semua KDKMP sudah tersedia obatnya,” pungkasnya.







