Makna Filosofis Patung Bung Karno Membaca Buku di Istana Gebang Kota Blitar, Ini Kata Maestro Patung Asal Jognya Dunadi

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

 

Blitar, insanimedia.id – Patung Bung Karno yang baru berdiri di kawasan Istana Gebang, Kota Blitar, menampilkan sosok Presiden pertama Republik Indonesia sedang membaca buku. Karya tersebut menghadirkan gambaran berbeda karena sebagian besar patung Bung Karno selama ini lebih sering memperlihatkan dirinya saat berpidato.

Maestro pematung asal Yogyakarta, Dunadi, sengaja memilih buku sebagai elemen utama dalam karya tersebut. Ia ingin menegaskan bahwa Bung Karno tumbuh sebagai tokoh yang dekat dengan dunia intelektual dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi pemikirannya.

Dunadi menjelaskan bahwa berbagai gagasan besar Bung Karno lahir melalui proses belajar yang panjang. Bung Karno membangun pemikiran tentang kemerdekaan, nasionalisme, dan perjuangan melawan penjajahan melalui kebiasaan membaca serta memperluas wawasan.

“Patung ini ingin menunjukkan bahwa pemimpin besar lahir dari tradisi membaca dan belajar. Bung Karno adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan melahirkan gagasan yang mampu mengubah bangsa,” ujarnya.

Dunadi membuat patung setinggi empat meter tersebut menggunakan material logam. Ia menyelesaikan proses pengerjaan karya itu dalam waktu sekitar enam bulan. Selama proses kreatif berlangsung, ia berupaya menghadirkan sosok Bung Karno sebagai pemikir yang memperoleh inspirasi perjuangan dari buku dan ilmu pengetahuan, bukan hanya sebagai orator ulung.

Menurut Dunadi, visual Bung Karno yang sedang membaca buku memiliki makna yang relevan dengan kondisi saat ini. Ia menilai pesan tersebut penting di tengah derasnya arus informasi dan masih rendahnya minat baca masyarakat. Karena itu, ia berharap patung tersebut dapat mengingatkan masyarakat bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada budaya literasi.

Keberadaan patung di lingkungan rumah masa kecil Bung Karno tidak hanya menambah daftar monumen sejarah di Kota Blitar. Patung tersebut juga diharapkan mampu mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk membiasakan diri membaca dan terus belajar.

Baca Juga :  Kemensos Akan Santuni Korban Longsor Trenggalek, 4 Orang Meninggal Dunia

Melalui karya itu, Dunadi ingin menyampaikan bahwa perjuangan tidak selalu diwujudkan melalui pidato maupun gerakan politik. Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan pemikiran yang lahir dari kebiasaan membaca juga menjadi kekuatan penting dalam membangun bangsa. Pesan tersebut kini diwujudkan melalui Patung Bung Karno Membaca Buku yang berdiri di kawasan Istana Gebang. (riz)