Masih ada Kawasan Kumuh di Kota Blitar, Segini Luasnya

Penulis : Budi

Insani Media

 

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus melakukan penataan lingkungan untuk menekan luas kawasan permukiman kumuh. Saat ini, luas kawasan yang masih masuk kategori kumuh tercatat mencapai 77,41 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkim Kota Blitar, Kusno menjelaskan bahwa data tahun 2024 menunjukkan luas kawasan kumuh di Kota Blitar mencapai 140,57 hektare yang tersebar di 21 lokasi. Pemerintah Kota Blitar berhasil menangani 63,16 hektare kawasan tersebut hingga akhir tahun 2025 sehingga luas kawasan kumuh yang tersisa kini tinggal 77,41 hektare.

“Pada tahun 2024 kawasan kumuh tercatat seluas 140,57 hektare yang tersebar di 21 titik. Sampai dengan tahun 2025 sudah tertangani 63,16 hektare, sehingga saat ini tersisa 77,41 hektare,” ujarnya.

Kusno menyampaikan bahwa kawasan kumuh di Kota Blitar tidak berada dalam satu wilayah tertentu, melainkan tersebar di sejumlah lokasi dengan kondisi yang beragam.

Ia menuturkan bahwa sebagian besar kawasan tersebut masuk kategori kumuh ringan hingga sedang. Kondisi itu ditandai dengan permasalahan infrastruktur lingkungan seperti jalan permukiman yang kurang memadai, sistem drainase yang belum optimal, serta munculnya genangan air pada beberapa titik.

“Kalau kawasan kumuh di Kota Blitar itu relatif ringan sampai sedang. Tidak seperti gambaran kawasan kumuh yang sering muncul di televisi atau media. Biasanya terkait jalan lingkungan, drainase, atau genangan yang perlu ditangani,” jelasnya.

Pada tahun 2026, Disperkim Kota Blitar menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas sekitar 5 hektare. Instansi tersebut menyiapkan sejumlah program peningkatan kualitas lingkungan, antara lain pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, pemasangan paving, pemeliharaan saluran drainase, serta pembangunan fasilitas resapan air untuk mengurangi genangan.

Baca Juga :  KAI Stasiun Blitar Gandeng Ojek Online Dukung Smart City dan Mobilitas Perkotaan Modern

“Tahun ini rencananya ditangani sekitar 5 hektare. Penanganannya berupa peningkatan kualitas lingkungan, seperti paving, drainase, maupun resapan untuk mengurangi genangan,” katanya.

Kusno berharap upaya penanganan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat terus mengurangi luas kawasan kumuh sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat Kota Blitar.

“Targetnya tentu seluruh kawasan yang masih masuk kategori kumuh bisa tertangani secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” pungkasnya.