Pitono Nugroho Terpilih Pimpin ICMI Jatim 2026-2031, Usung Paradigma Pembangunan “Modal Keberlanjutan”

Penulis: Sulkhan Z

Insani Media

 

SURABAYA, insanimedia.id – Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur 2026 resmi menetapkan Pitono Nugroho sebagai Ketua periode 2026–2031. Diselenggarakan di Plaza Airlangga, Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Sabtu (4/7/2026), forum lima tahunan ini terpantau tidak sekadar menjadi ajang suksesi kepemimpinan struktural.

​Lebih dari itu, momentum Muswil ini difungsikan sebagai ruang refleksi strategis bagi kaum cendekiawan Muslim. Fokus utamanya adalah membaca kembali sekaligus merekalibrasi arah peran keumatan di tengah disrupsi dan perubahan zaman yang semakin kompleks.

​Pitono, yang pada periode sebelumnya menduduki posisi Sekretaris ICMI Orwil Jatim, secara resmi menggantikan Ulul Albab yang telah menyelesaikan masa baktinya (2021–2026). Suksesi kepemimpinan ini menandai babak baru bagi organisasi. Kepengurusan yang baru diproyeksikan tidak hanya sekadar menjaga kesinambungan program kerja eksisting, tetapi dituntut secara progresif memperkuat posisi ICMI sebagai rumah gagasan, ruang kolaborasi lintas sektor, sekaligus mitra strategis dalam menjawab problematika umat, bangsa, dan daerah.

​Melampaui Angka Pertumbuhan Ekonomi

​Sebagai figur yang telah memahami anatomi organisasi dari dalam, pidato perdana Pitono merepresentasikan keberlanjutan taktis sekaligus tawaran arah baru ICMI Jatim. Fokus utamanya adalah merespons tantangan pembangunan di Jawa Timur melalui kacamata yang lebih holistik.

​”Pembangunan Jawa Timur membutuhkan paradigma baru. Kemajuan daerah tidak bisa lagi hanya diukur dari angka-angka pertumbuhan ekonomi, tetapi harus dilihat secara lebih utuh melalui konsep Modal Keberlanjutan,” tegas Pitono di hadapan peserta Muswil.

​Dalam kerangka konseptualnya, paradigma ini didesain untuk melampaui pendekatan Triple Bottom Line yang secara historis hanya bertumpu pada ekuilibrium antara metrik ekonomi, sosial, dan lingkungan. Konsep Modal Keberlanjutan membedah pembangunan sebagai proses penguatan seluruh kapital fundamental yang dimiliki elemen masyarakat.

Baca Juga :  Menyambut Muswil ICMI Jatim 4 Juli 2026: SERI 5. DESAIN ORGANISASI UNTUK PERADABAN Arsitektur Gerakan Baru ICMI Dari Organisasi Seremonial Menuju Gerakan Transformatif Berbasis Kapital

​”Modal Keberlanjutan adalah kemampuan suatu masyarakat menjaga, mengembangkan, dan mewariskan seluruh aset peradabannya agar tetap memberi manfaat bagi generasi hari ini dan generasi mendatang,” papar Pitono merinci gagasannya.

​Melalui blueprint pemikiran tersebut, ICMI Jawa Timur berkomitmen mengawal arah kebijakan publik. Tujuannya adalah memastikan bahwa eskalasi pembangunan daerah dapat berjalan inklusif, sehingga tidak ada satupun aspek esensial dalam tatanan kehidupan masyarakat Jawa Timur yang terabaikan pada masa mendatang.