Blitar, insanimedia.id – PMII Komisariat UNU Blitar bersama LPM Bhanu Tirta menyiapkan aksi demonstrasi selama tiga hari berturut-turut mulai Selasa hingga Kamis pekan depan. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah satu dosen di UNU Blitar.
Mahasiswa memutuskan menggelar aksi lanjutan setelah audiensi kedua dengan Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) kampus belum menghasilkan keputusan final terkait sanksi terhadap terduga pelaku.
Ketua Komisariat PMII UNU Blitar, Ahmad Kafi mengatakan, mahasiswa tetap menuntut kampus memberikan sanksi pemecatan tidak hormat kepada dosen yang dilaporkan.,
“Hari ini kami audiensi kedua dengan BPP, tetapi belum ada keputusan final terkait tuntutan kami,” ujarnya, Sabtu (16/5).
Sebagai bentuk kekecewaan, mahasiswa membentangkan poster bertuliskan “Mosi Tidak Percaya kepada Kampus” di depan area kampus.
Kafi menegaskan, mahasiswa akan terus melaksanakan aksi hingga pihak kampus memenuhi tuntutan mereka.
“Kami akan melaksanakan aksi tiga hari berturut-turut sampai tuntutan dipenuhi,” tegasnya.
Selain menyiapkan demonstrasi, PMII juga berencana mengirimkan surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian dan kampus sebagai tindak lanjut agenda unjuk rasa.
Sebelumnya, pihak kampus melalui BPP UNU Blitar telah menonaktifkan terduga pelaku dari kegiatan mengajar. Kampus juga menyatakan siap mendukung proses hukum apabila korban melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.







