Blitar, insanimedia.id – Produksi padi di Kota Blitar menunjukkan peningkatan selama periode Januari hingga Agustus 2026. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar mencatat produksi mencapai 7.937,03 ton atau bertambah 124,83 ton dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kepala DKPP Kota Blitar Dewi Masitoh menyebut kenaikan produksi tersebut mencapai 1,6 persen secara tahunan. Sementara itu, petani Kota Blitar mencatat luas tanam padi mencapai 887,68 hektare selama delapan bulan pertama 2026.
“Produksi padi Januari sampai Agustus 2026 mencapai 7.937,03 ton. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meningkat 124,83 ton atau sekitar 1,6 persen,” ujarnya.
Selain mencatat peningkatan produksi, DKPP Kota Blitar juga mencatat tidak ada lahan pertanaman padi yang mengalami puso selama Januari hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan tidak ada laporan gagal panen akibat kerusakan tanaman dalam skala berat selama periode tersebut.
Di sisi lain, belum ada petani Kota Blitar yang mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sepanjang 2026. Program tersebut memberikan perlindungan kepada petani untuk menghadapi risiko kerugian akibat gagal panen.
Dewi mengatakan hingga saat ini belum ada petani yang mendaftarkan diri dalam program AUTP. DKPP juga tidak memberikan target khusus terkait jumlah petani yang harus mengikuti program tersebut.
“Untuk tanaman yang mengalami puso tahun ini tidak ada. Begitu juga dengan pendaftar AUTP, belum ada, dan dari dinas memang tidak menetapkan target,” jelasnya.







