Purworejo, insanimedia.id – Sebanyak 1.325 pelanggan warga negara asing (WNA) tercatat menggunakan layanan kereta api melalui Stasiun Kutoarjo selama Januari hingga Agustus 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mencatat angka tersebut tumbuh 25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 1.058 pelanggan.
Jumlah tersebut sekaligus menjadi capaian tertinggi pelanggan WNA di Stasiun Kutoarjo untuk periode Januari-Agustus dalam lima tahun terakhir. KAI mencatat 773 pelanggan pada 2022, kemudian meningkat menjadi 919 pelanggan pada 2023, 1.109 pelanggan pada 2024, 1.058 pelanggan pada 2025, dan 1.325 pelanggan pada 2026.
Jika dibandingkan dengan periode Januari-Agustus 2022, jumlah pelanggan WNA tahun ini mengalami kenaikan sebesar 71 persen. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin banyak wisatawan asing yang memanfaatkan kereta api untuk mendukung perjalanan antarkota selama berada di Indonesia.
“Pertumbuhan pariwisata nasional membuka semakin banyak pola perjalanan antarkota bagi wisatawan asing. Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang nyaman untuk mendukung mobilitas wisatawan, termasuk perjalanan menuju berbagai kota melalui Stasiun Kutoarjo,” kata Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin.
Peningkatan penggunaan kereta api oleh wisatawan asing juga sejalan dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara secara nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 10.578.286 kunjungan wisman selama Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 10.037.876 kunjungan.
Di wilayah kerja Daop 5 Purwokerto, Stasiun Purwokerto mencatat jumlah pelanggan WNA terbanyak selama Januari-Agustus 2026 dengan 8.415 pelanggan. Stasiun Kroya menyusul dengan 3.031 pelanggan, kemudian Stasiun Sidareja sebanyak 1.382 pelanggan, Stasiun Kutoarjo 1.325 pelanggan, dan Stasiun Cilacap sebanyak 1.029 pelanggan.
Data tersebut menunjukkan wisatawan asing tidak hanya melakukan perjalanan di satu daerah. Mereka juga memanfaatkan jaringan kereta api untuk mengunjungi sejumlah wilayah yang memiliki karakter serta potensi wisata berbeda.
Stasiun Purwokerto menjadi salah satu pintu akses wisatawan asing menuju kawasan Dataran Tinggi Dieng. Kawasan tersebut menawarkan panorama alam sekaligus kekayaan budaya lokal.
Sementara itu, wisatawan dapat mengakses sejumlah destinasi wisata alam di Kabupaten Pangandaran melalui Stasiun Sidareja. Kawasan pantai menjadi salah satu daya tarik yang mendorong perjalanan wisatawan ke wilayah tersebut.
Dari Kutoarjo, jaringan kereta api juga mendukung mobilitas wisatawan menuju kawasan Candi Borobudur dan sejumlah destinasi wisata di sekitarnya. Sedangkan di Cilacap, berbagai agenda berskala internasional ikut menarik perjalanan wisatawan, salah satunya melalui penyelenggaraan kejuaraan motor trail Hiu Selatan International Hard Enduro 8 2026.
KAI mencatat peningkatan perjalanan tersebut berlangsung ketika asal wisatawan mancanegara ke Indonesia semakin beragam. BPS mencatat pertumbuhan kunjungan wisman pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025 berasal dari kawasan Afrika sebesar 14,78 persen, ASEAN 10,40 persen, Oseania 7,95 persen, Amerika 7,31 persen, Asia selain ASEAN 6,83 persen, dan Timur Tengah 2,86 persen.
Sebaliknya, jumlah kunjungan wisatawan asal Eropa mengalami penurunan sebesar 3,07 persen.
“Data nasional menunjukkan wisatawan datang dari berbagai kawasan dunia, sementara data KAI menunjukkan perjalanan mereka kemudian tersebar ke sejumlah kota. Hal ini menunjukkan bahwa konektivitas antarkota melalui transportasi kereta api semakin relevan dalam mendukung rangkaian perjalanan wisatawan selama berada di Indonesia,” ujar As’ad.
Dalam catatan tahunan, Stasiun Kutoarjo melayani 1.087 pelanggan WNA sepanjang 2022. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.314 pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 1.619 pelanggan pada 2024 dan 1.516 pelanggan pada 2025.
”Melalui layanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu, KAI Daop 5 Purwokerto terus mendukung konektivitas antarkota sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara,” tutup As’ad.
Purworejo, insanimedia.id – Sebanyak 1.325 pelanggan warga negara asing (WNA) tercatat menggunakan layanan kereta api melalui Stasiun Kutoarjo selama Januari hingga Agustus 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mencatat angka tersebut tumbuh 25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 1.058 pelanggan.
Jumlah tersebut sekaligus menjadi capaian tertinggi pelanggan WNA di Stasiun Kutoarjo untuk periode Januari-Agustus dalam lima tahun terakhir. KAI mencatat 773 pelanggan pada 2022, kemudian meningkat menjadi 919 pelanggan pada 2023, 1.109 pelanggan pada 2024, 1.058 pelanggan pada 2025, dan 1.325 pelanggan pada 2026.
Jika dibandingkan dengan periode Januari-Agustus 2022, jumlah pelanggan WNA tahun ini mengalami kenaikan sebesar 71 persen. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin banyak wisatawan asing yang memanfaatkan kereta api untuk mendukung perjalanan antarkota selama berada di Indonesia.
“Pertumbuhan pariwisata nasional membuka semakin banyak pola perjalanan antarkota bagi wisatawan asing. Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang nyaman untuk mendukung mobilitas wisatawan, termasuk perjalanan menuju berbagai kota melalui Stasiun Kutoarjo,” kata Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin.
Peningkatan penggunaan kereta api oleh wisatawan asing juga sejalan dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara secara nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 10.578.286 kunjungan wisman selama Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 10.037.876 kunjungan.
Di wilayah kerja Daop 5 Purwokerto, Stasiun Purwokerto mencatat jumlah pelanggan WNA terbanyak selama Januari-Agustus 2026 dengan 8.415 pelanggan. Stasiun Kroya menyusul dengan 3.031 pelanggan, kemudian Stasiun Sidareja sebanyak 1.382 pelanggan, Stasiun Kutoarjo 1.325 pelanggan, dan Stasiun Cilacap sebanyak 1.029 pelanggan.
Data tersebut menunjukkan wisatawan asing tidak hanya melakukan perjalanan di satu daerah. Mereka juga memanfaatkan jaringan kereta api untuk mengunjungi sejumlah wilayah yang memiliki karakter serta potensi wisata berbeda.
Stasiun Purwokerto menjadi salah satu pintu akses wisatawan asing menuju kawasan Dataran Tinggi Dieng. Kawasan tersebut menawarkan panorama alam sekaligus kekayaan budaya lokal.
Sementara itu, wisatawan dapat mengakses sejumlah destinasi wisata alam di Kabupaten Pangandaran melalui Stasiun Sidareja. Kawasan pantai menjadi salah satu daya tarik yang mendorong perjalanan wisatawan ke wilayah tersebut.
Dari Kutoarjo, jaringan kereta api juga mendukung mobilitas wisatawan menuju kawasan Candi Borobudur dan sejumlah destinasi wisata di sekitarnya. Sedangkan di Cilacap, berbagai agenda berskala internasional ikut menarik perjalanan wisatawan, salah satunya melalui penyelenggaraan kejuaraan motor trail Hiu Selatan International Hard Enduro 8 2026.
KAI mencatat peningkatan perjalanan tersebut berlangsung ketika asal wisatawan mancanegara ke Indonesia semakin beragam. BPS mencatat pertumbuhan kunjungan wisman pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025 berasal dari kawasan Afrika sebesar 14,78 persen, ASEAN 10,40 persen, Oseania 7,95 persen, Amerika 7,31 persen, Asia selain ASEAN 6,83 persen, dan Timur Tengah 2,86 persen.
Sebaliknya, jumlah kunjungan wisatawan asal Eropa mengalami penurunan sebesar 3,07 persen.
“Data nasional menunjukkan wisatawan datang dari berbagai kawasan dunia, sementara data KAI menunjukkan perjalanan mereka kemudian tersebar ke sejumlah kota. Hal ini menunjukkan bahwa konektivitas antarkota melalui transportasi kereta api semakin relevan dalam mendukung rangkaian perjalanan wisatawan selama berada di Indonesia,” ujar As’ad.
Dalam catatan tahunan, Stasiun Kutoarjo melayani 1.087 pelanggan WNA sepanjang 2022. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.314 pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 1.619 pelanggan pada 2024 dan 1.516 pelanggan pada 2025.
”Melalui layanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu, KAI Daop 5 Purwokerto terus mendukung konektivitas antarkota sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara,” tutup As’ad.
Purworejo, insanimedia.id – Sebanyak 1.325 pelanggan warga negara asing (WNA) tercatat menggunakan layanan kereta api melalui Stasiun Kutoarjo selama Januari hingga Agustus 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mencatat angka tersebut tumbuh 25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 1.058 pelanggan.
Jumlah tersebut sekaligus menjadi capaian tertinggi pelanggan WNA di Stasiun Kutoarjo untuk periode Januari-Agustus dalam lima tahun terakhir. KAI mencatat 773 pelanggan pada 2022, kemudian meningkat menjadi 919 pelanggan pada 2023, 1.109 pelanggan pada 2024, 1.058 pelanggan pada 2025, dan 1.325 pelanggan pada 2026.
Jika dibandingkan dengan periode Januari-Agustus 2022, jumlah pelanggan WNA tahun ini mengalami kenaikan sebesar 71 persen. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin banyak wisatawan asing yang memanfaatkan kereta api untuk mendukung perjalanan antarkota selama berada di Indonesia.
“Pertumbuhan pariwisata nasional membuka semakin banyak pola perjalanan antarkota bagi wisatawan asing. Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang nyaman untuk mendukung mobilitas wisatawan, termasuk perjalanan menuju berbagai kota melalui Stasiun Kutoarjo,” kata Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin.
Peningkatan penggunaan kereta api oleh wisatawan asing juga sejalan dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara secara nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 10.578.286 kunjungan wisman selama Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 10.037.876 kunjungan.
Di wilayah kerja Daop 5 Purwokerto, Stasiun Purwokerto mencatat jumlah pelanggan WNA terbanyak selama Januari-Agustus 2026 dengan 8.415 pelanggan. Stasiun Kroya menyusul dengan 3.031 pelanggan, kemudian Stasiun Sidareja sebanyak 1.382 pelanggan, Stasiun Kutoarjo 1.325 pelanggan, dan Stasiun Cilacap sebanyak 1.029 pelanggan.
Data tersebut menunjukkan wisatawan asing tidak hanya melakukan perjalanan di satu daerah. Mereka juga memanfaatkan jaringan kereta api untuk mengunjungi sejumlah wilayah yang memiliki karakter serta potensi wisata berbeda.
Stasiun Purwokerto menjadi salah satu pintu akses wisatawan asing menuju kawasan Dataran Tinggi Dieng. Kawasan tersebut menawarkan panorama alam sekaligus kekayaan budaya lokal.
Sementara itu, wisatawan dapat mengakses sejumlah destinasi wisata alam di Kabupaten Pangandaran melalui Stasiun Sidareja. Kawasan pantai menjadi salah satu daya tarik yang mendorong perjalanan wisatawan ke wilayah tersebut.
Dari Kutoarjo, jaringan kereta api juga mendukung mobilitas wisatawan menuju kawasan Candi Borobudur dan sejumlah destinasi wisata di sekitarnya. Sedangkan di Cilacap, berbagai agenda berskala internasional ikut menarik perjalanan wisatawan, salah satunya melalui penyelenggaraan kejuaraan motor trail Hiu Selatan International Hard Enduro 8 2026.
KAI mencatat peningkatan perjalanan tersebut berlangsung ketika asal wisatawan mancanegara ke Indonesia semakin beragam. BPS mencatat pertumbuhan kunjungan wisman pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025 berasal dari kawasan Afrika sebesar 14,78 persen, ASEAN 10,40 persen, Oseania 7,95 persen, Amerika 7,31 persen, Asia selain ASEAN 6,83 persen, dan Timur Tengah 2,86 persen.
Sebaliknya, jumlah kunjungan wisatawan asal Eropa mengalami penurunan sebesar 3,07 persen.
“Data nasional menunjukkan wisatawan datang dari berbagai kawasan dunia, sementara data KAI menunjukkan perjalanan mereka kemudian tersebar ke sejumlah kota. Hal ini menunjukkan bahwa konektivitas antarkota melalui transportasi kereta api semakin relevan dalam mendukung rangkaian perjalanan wisatawan selama berada di Indonesia,” ujar As’ad.
Dalam catatan tahunan, Stasiun Kutoarjo melayani 1.087 pelanggan WNA sepanjang 2022. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.314 pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 1.619 pelanggan pada 2024 dan 1.516 pelanggan pada 2025.
”Melalui layanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu, KAI Daop 5 Purwokerto terus mendukung konektivitas antarkota sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara,” tutup As’ad.







