Blitar, insanimedia.id – Sebanyak 500 warga memilih menghapus tatonya di Festival Sabilu Taubah 2026 di Pondok Pesantren Sabilu Taubah, Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Menghapus tato ini merupakan kerjasama antara Yayasan PENA Blitar dengan BRI Persero dan PT. Semen Indonesia (SGI) Persero.
Pengasuh Pondok Pesantren Sabilu Taubah, Gus Iqdam (Agus Muhammad Iqdam) mengajak para peserta program hapus tato untuk tidak berhenti pada proses menghilangkan tato, tetapi melanjutkan langkah tersebut dengan memperbaiki diri dan istiqamah dalam kebaikan.
Pesan tersebut disampaikan Gus Iqdam saat memberikan sambutan dalam kegiatan sosial hapus tato yang kembali digelar di Pondok Pesantren Sabilu Taubah. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah relawan dan tenaga ahli yang setiap tahun ikut mendukung program sosial tersebut. Kegiatan hapus tato ini dilaksanakan sejak 04 hingga 07 September 2026.
Dalam kesempatan itu, Gus Iqdam menyampaikan apresiasi kepada para relawan, termasuk perwakilan Sarmuji, Sekjen Partai Golkar, Gus Ubed, serta sejumlah tenaga ahli dan klinik kecantikan yang turut membantu pelaksanaan kegiatan.
Ia menyebut kegiatan hapus tato tersebut telah berjalan sejak harlah keempat Sabilu Taubah. Menurutnya, para relawan secara sukarela datang dari berbagai daerah untuk memberikan layanan secara gratis kepada masyarakat.
“Jadi Sabilu Taubah hanya sebagai perantara saja. Untuk kegiatan ini kita hanya menyiapkan tempat dan jamuan itu pun ya banyak kekurangannya,” ujar Gus Iqdam.
Gus Iqdam juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan menyambut mereka untuk menjadi bagian dari keluarga besar Sabilu Taubah.
Ia membuka kesempatan bagi para peserta untuk mengikuti pengajian maupun kegiatan rutin di pesantren. Menurutnya, Sabilu Taubah terbuka bagi siapa saja tanpa melihat latar belakang maupun masa lalu seseorang.
“Karena saya yakin, seseorang yang memiliki masa lalu buruk terkadang bisa menciptakan masa depan yang terbaik ketika orang tersebut mampu istikamah dalam kebaikan,” katanya.
Gus Iqdam kemudian menceritakan kisah Fudail bin Iyad yang disebutnya memiliki masa lalu kurang baik sebelum akhirnya bertobat dan menjadi sosok yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah.
Ia berharap para peserta dapat menjadikan program hapus tato sebagai momentum untuk memperbaiki kehidupan.
“Mangka kula yakin perjuangan panjenengan jangan sampai berhenti di program hapus tato ini,” tuturnya.
Menurut Gus Iqdam, seseorang yang meninggalkan kemaksiatan dan kemudian istiqamah dalam ketaatan akan mendapatkan kemuliaan dari Allah. Ia mengutip sebuah hadis yang menjelaskan bahwa orang yang keluar dari kehinaan maksiat menuju kemuliaan ketaatan akan mendapatkan sejumlah sifat terpuji.
Gus Iqdam menjelaskan, salah satunya adalah ketenangan hati dan kecukupan yang tidak selalu berupa harta. Selain itu, Allah dapat memberikan kekuatan serta kemuliaan tanpa seseorang harus bergantung kepada banyak orang.
Ia menegaskan bahwa perubahan seseorang tidak seharusnya hanya dilihat dari masa lalunya. Orang yang dahulu dipandang buruk tetap memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika mampu menjaga keistikamahan.
“Siapa tahu kemudian muncul keistimewaan-keistimewaan dari panjenengan,” ucapnya.
Gus Iqdam juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan program hapus tato sekadar untuk mengganti gambar tato dengan gambar baru. Ia meminta seluruh peserta meluruskan niat agar proses tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki ibadah.
“Niatkan semua ini agar shalat saya benar-benar sah, ibadah saya benar-benar sah,” katanya.
Ia berharap kegiatan hapus tato dapat terus dilaksanakan setiap tahun melalui koordinasi dengan para dokter, tenaga ahli, relawan, dan tim Sarmuji.
Gus Iqdam juga meminta dukungan agar Pondok Pesantren Sabilu Taubah dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.“Moga-moga Sabilu Taubah niki terus manfaat damel ummah,” pungkasnya.
Sementara itu, Jakfar Baihaqi salah satu tim pelaksana kegiatan ini mengatakan, membuat kegiatan yang sudah dilaksanakan selama empat kali ini sebagai bentuk fasilitasi terhadap warga yang ingin menghilangkan tatonya. “Kita ingin memberikan manfaat bagi warga, khususnya mereka yang ingin menghilangkan tato di tubuhnya,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan rutin dan gratis setiap tahun. Selain itu bagi peserta hapus tato dapat Istiqomah dan menjalankan syariat-syariat agama.







