Blitar, insanimedia.id – Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba turun langsung dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Blitar. Elim yang juga menjabat sebagai Plt Ketua KONI Kota Blitar bergabung bersama puluhan atlet, pelatih, wali atlet, serta pengurus cabang olahraga untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah daerah.
Massa meminta Pemkot Blitar segera mengembalikan kantor sekretariat KONI dan mencairkan anggaran hibah yang hingga kini masih tertahan. Aksi tersebut muncul setelah persoalan antara KONI dan Pemerintah Kota Blitar belum menemukan penyelesaian meski kedua pihak telah melakukan sejumlah komunikasi resmi.
“Kami selaku Plt Ketua KONI Blitar hari ini menyuarakan para atlet-atlet. Yang hadir semuanya insan olahraga, mulai dari atlet, wali atlet, pelatih, dan juga pengurus-pengurus KONI,” kata Elim.
Elim mengatakan KONI sebelumnya sudah tiga kali mengajukan permohonan audiensi kepada Wali Kota Blitar. Namun, permintaan tersebut tidak memperoleh tanggapan hingga persoalan akhirnya dibahas melalui forum hearing bersama DPRD Kota Blitar.
“Kami sudah mengirim tiga kali permohonan audiensi, namun tidak ada jawaban sampai dengan ada hearing bersama dewan,” ujarnya.
Setelah hearing, DPRD Kota Blitar disebut telah memberikan rekomendasi kepada Pemkot Blitar. Namun, sampai aksi berlangsung, KONI belum mendapatkan kepastian terkait tindak lanjut rekomendasi tersebut dari pemerintah daerah.
Elim menjelaskan KONI juga telah melengkapi persyaratan administrasi yang diminta Pemkot Blitar. Salah satunya dengan menyerahkan SK Plt Ketua KONI dari tingkat provinsi. Meski persyaratan tersebut telah dipenuhi, pihaknya menyebut kantor sekretariat dan dana hibah belum juga diserahkan.
“Pada waktu hearing mereka menyampaikan kita butuh SK PLT dari provinsi. Lalu sudah turun. Semuanya sudah sesuai. Namun kantor sekretariatan juga belum dikembalikan kepada kami. Dan juga anggaran juga belum turun kepada kami,” tegasnya.
Menurut Elim, kondisi tersebut dapat memengaruhi persiapan KONI Kota Blitar menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan berlangsung pada pertengahan tahun depan. Ia mengaku khawatir kondisi tersebut berdampak terhadap para atlet dan insan olahraga yang tengah mempersiapkan diri.
“Kami juga mempersiapkan untuk Porprov yang nanti tengah tahun depan sudah dilaksanakan. Kami hanya kasihan kepada atlet-atlet dan insan olahraga,” katanya.
Selain mempersoalkan pencairan hibah, Elim mempertanyakan dasar hukum yang menjadi alasan pemerintah terkait kewenangan Plt dalam menandatangani maupun memproses pencairan anggaran KONI.
Ia menyebut telah berkoordinasi dengan KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendapatkan penjelasan mengenai persoalan tersebut. Namun, Elim mengaku belum menemukan alasan yang menurutnya jelas dari Pemkot Blitar.
“Tidak ada alasan yang jelas. Kalau ada alasan yang jelas kami rasa kita tidak perlu turun ke jalan,” ujarnya.
Di tengah aksi, KONI bersama DPRD dan Pemkot Blitar kemudian menandatangani nota kesepakatan. Salah satu poin kesepakatan tersebut meminta pemerintah segera mencairkan anggaran hibah sekaligus mengembalikan kantor sekretariat KONI.
Elim menandatangani nota tersebut sebagai Plt Ketua Umum KONI. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Blitar Sahrul dan Pj Sekda Kota Blitar mewakili pemerintah daerah turut membubuhkan tanda tangan.
“Kita sudah berusaha dengan maksimal. Harapannya dari nota kesepakatan tersebut pemerintah daerah tidak ingkar janji,” tegas Elim.
KONI memberikan batas waktu hingga hari tersebut kepada Pemkot Blitar untuk memberikan kepastian terkait tuntutan yang disampaikan. Jika tuntutan belum terpenuhi, Elim menyatakan akan kembali berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan tetap menggunakan jalur sesuai ketentuan hukum.
“Kami akan tertib hukum,” pungkasnya.







