Produksi Sampah Kota Blitar Baru 77 Ton per Hari, Investor Butuh 1.100 Ton

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam menarik investasi pengolahan sampah berskala besar di wilayah Blitar. Kendala utama berasal dari jumlah produksi sampah yang dinilai belum memenuhi kebutuhan minimal yang biasanya diminta oleh investor.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Tri Iman, menyampaikan bahwa investor umumnya mensyaratkan pasokan sampah dalam jumlah besar agar fasilitas pengolahan modern dapat beroperasi secara ekonomis.

“Untuk investasi pengolahan sampah skala besar, biasanya investor meminta minimal sekitar 1.100 ton sampah per hari,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Sementara itu, produksi sampah yang dihasilkan Kota Blitar saat ini masih jauh di bawah angka tersebut. Setiap hari, wilayah kota hanya menghasilkan sekitar 77 ton sampah.

“Kalau Kota Blitar sendiri produksinya sekitar 77 ton per hari, sehingga memang belum bisa memenuhi syarat minimal yang dibutuhkan untuk investasi itu,” jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kabupaten Blitar. Dalam satu hari, produksi sampah di daerah tersebut diperkirakan berada di kisaran 200 hingga 250 ton.

Meskipun jumlahnya lebih besar dibandingkan Kota Blitar, volume tersebut tetap belum mampu memenuhi kebutuhan minimal investasi yang mencapai lebih dari seribu ton sampah setiap hari.

Oleh karena itu, pemerintah menilai kerja sama antar daerah menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk menggabungkan potensi sampah dari beberapa wilayah sekaligus.

“Kalau hanya mengandalkan satu daerah tentu tidak cukup. Maka salah satu solusinya adalah kerja sama antar daerah agar volume sampah bisa memenuhi kebutuhan investasi,” terangnya.

Menurutnya, sinergi antar wilayah tidak hanya penting untuk menarik minat investor, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam menangani persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahun.

Baca Juga :  AMPERA Minta Pemkab Blitar Lawan Mafia Tanah

“Harapannya dengan pengolahan yang lebih modern dan terintegrasi, sampah tidak hanya ditimbun tetapi juga bisa dimanfaatkan menjadi energi atau produk lain yang lebih bermanfaat,” pungkasnya.