Blitar, insanimedia.id – Polres Blitar Kota berhasil mengungkap puluhan kasus selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026. Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian menangani 39 perkara dan menetapkan 39 orang sebagai tersangka dari berbagai tindak pelanggaran hukum.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi keamanan menjelang perayaan Idulfitri.
“Total ada 39 perkara dengan 39 tersangka yang berhasil kami amankan dalam operasi ini,” ujarnya.
Dalam pengungkapan kasus perjudian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku, di antaranya telepon genggam, kartu ATM, uang tunai, serta sepeda motor.
Sementara itu, pada kasus peredaran dan perakitan petasan, polisi menyita barang bukti dalam jumlah cukup besar. Barang bukti tersebut meliputi 32,7 kilogram bubuk petasan, 41,8 kilogram bahan kimia seperti belerang dan KCL, serta ratusan selongsong petasan.
“Selain itu juga ada alat-alat perakitan seperti timbangan, saringan, hingga mesin mixer yang digunakan untuk mengolah bahan,” jelasnya.
Selain kasus perjudian dan petasan, polisi juga mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika. Dalam kasus tersebut, petugas menyita 2.035 butir pil double L, 5 kilogram ganja, dan 17,85 gram sabu. Polisi juga mengamankan sejumlah alat pendukung seperti timbangan digital, plastik klip, dan vacuum sealer.
“Barang bukti narkoba ini menunjukkan peredaran masih ada dan terus kami tindak,” tegasnya.
Dalam operasi tersebut, polisi juga menyita ratusan botol minuman keras dari berbagai merek dengan total sebanyak 272 botol.
Kapolres mengungkapkan bahwa sebagian pelaku, khususnya dalam kasus pembuatan petasan, masih berusia muda. Mereka mempelajari cara merakit petasan secara mandiri melalui internet.
“Rata-rata pelaku ini masih anak-anak dan remaja. Mereka belajar dari YouTube, kemudian membeli bahan secara COD,” ungkapnya.
Polres Blitar Kota menegaskan bahwa penindakan terhadap berbagai penyakit masyarakat akan terus dilakukan, termasuk melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang saat ini sedang berlangsung.
“Kami akan terus melakukan penindakan untuk menjaga situasi tetap aman, khususnya selama Ramadan dan menjelang Lebaran,” pungkasnya.







