JLS Blitar Dibuka Terbatas Saat Lebaran, Tahun Ini Ditarget Tersambung Penuh

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Kabupaten Blitar terus mengalami perkembangan signifikan. Dari total panjang sekitar 62 kilometer yang menghubungkan wilayah Tulungagung hingga perbatasan Kabupaten Malang, sebagian besar ruas jalan kini telah tersambung dan mulai dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zainal Arifin, menyampaikan bahwa konektivitas jalur tersebut pada dasarnya sudah terbentuk di beberapa titik. Ruas jalan dari perbatasan Tulungagung hingga Bululawang, Kabupaten Malang, telah tersambung. Sementara itu, dari sisi barat, akses menuju wilayah Sumbersih, Kecamatan Ringinrejo, juga sudah dapat dilalui meskipun belum difungsikan sebagai jalur utama.

“Dari Tulungagung sampai Sumbersih sudah bisa diakses, meskipun belum sepenuhnya difungsikan,” ujarnya.

Agus menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat satu segmen jalan yang belum tersambung, yaitu ruas Ringinrejo–Sumbersih sepanjang sekitar 13 kilometer. Sementara pembangunan ruas Ringinrejo–Jolosutro dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Juni tahun ini oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

“Targetnya tahun 2026 ini bisa tersambung seluruhnya,” imbuhnya.

Meski pembangunan belum sepenuhnya selesai, pemerintah berencana membuka beberapa ruas JLS secara terbatas saat momentum arus mudik Lebaran. Namun pembukaan jalur tersebut tetap mempertimbangkan kondisi keamanan dan situasi di lapangan.

“Beberapa ruas kemungkinan dibuka saat Lebaran, tapi tetap melihat kondisi karena sebelumnya sempat ditutup akibat kecelakaan,” jelas Agus.

Saat ini masyarakat lebih banyak memanfaatkan jalur tersebut untuk mengakses kawasan wisata di wilayah Blitar selatan. Pemerintah daerah juga terus mengembangkan pembangunan jalan penghubung atau jalan sirip menuju sejumlah destinasi pantai seperti Pasur, Tambakrejo, dan Pudak. Sementara akses utama dari wilayah utara diarahkan melalui jalur Kanigoro–Lodoyo–Margomulyo hingga Serang.

Baca Juga :  Debat Publik ke 3 Pilbup Blitar Batal, ini Alasannya

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 JLS, Leo Aditya Mahardika, menambahkan bahwa ruas jalan dari perbatasan Tulungagung hingga kawasan Pantai Peh Pulo telah dapat dilalui kendaraan sejak 16 Februari 2026.

“Namun pengendara tetap dihimbau untuk berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang ada,” ujarnya.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, keberadaan Jalur Lintas Selatan diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta pengembangan sektor pariwisata di kawasan Blitar selatan.