Diterjang Angin, Atap Pasar Legi Kota Blitar Rusak, Pedagang Pilih Tutup Lebih Cepat

Penulis : Budi

Insani Media

 

Blitar, insanimedia.id – Angin kencang yang melanda Pasar Legi pada Jumat (3/4) menyebabkan sejumlah atap mengalami kerusakan dan hingga kini belum diperbaiki. Kondisi tersebut membuat para pedagang merasa khawatir dan mulai mengurangi jam operasional mereka.

Salah satu pedagang, Marsilah (63), menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat angin bertiup sangat kencang disertai suara keras.

“Waktu itu anginnya besar sekali, ada suara ‘dor-dor’. Atapnya goyang lalu lepas, pedagang di sini langsung takut,” ujarnya.

Sejak kejadian tersebut, pedagang merasakan ketidaknyamanan saat berjualan. Mereka mengaku selalu diliputi rasa cemas, terutama ketika cuaca mulai mendung karena khawatir air hujan masuk dan merusak barang dagangan.

“Kalau mendung saja sudah waswas. Takut air masuk, dagangan bisa rusak. Jadi sekarang sering tutup lebih awal,” katanya.

Marsilah menambahkan, sebelumnya para pedagang bisa berjualan hingga sore hari. Namun saat ini mereka memilih menutup lapak lebih cepat untuk menghindari risiko kerugian.

“Dulu bisa sampai jam 4 atau 5 sore. Sekarang jam 1 siang kalau mendung sudah siap-siap tutup,” tambahnya.

Selain berpotensi merusak dagangan, air hujan yang masuk juga membuat lantai pasar menjadi becek dan kotor, sehingga mengganggu aktivitas jual beli.

Para pedagang pun berharap pemerintah segera memperbaiki atap pasar agar aktivitas kembali normal dan aman.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Blitar, Parminto, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian. Ia menyebut beberapa bagian atap terlepas akibat angin kencang.

“Ada beberapa atap yang lepas. Untuk sementara akan kami tangani dengan pemasangan terpal bantuan dari BPBD,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hasil pendataan sementara menunjukkan sekitar 10 titik atap terlepas dan belasan lembar fiber mengalami kerusakan. Pemerintah akan memasang terpal sebagai penanganan awal sambil menunggu perbaikan permanen.

Baca Juga :  2 Tahun Berturut-turut ada Korban Bullying di Lingkup Pendidikan di Bawah Kemenag, Ada Apa ?

“Untuk sementara kita pasang terpal dulu sambil menunggu perbaikan lebih lanjut,” pungkasnya.