MAKI Desak Pencalonan Ketua KONI Kota Blitar Dibatalkan

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Menjelang Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Blitar, polemik terkait pencalonan ketua KONI semakin memanas. Organisasi Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) menggelar aksi demonstrasi di kantor KONI Kota Blitar pada Senin (18/5) dan menyoroti rekam jejak salah satu kandidat ketua.

Dalam aksinya, massa MAKI meminta KONI membatalkan pencalonan salah satu kandidat karena dinilai tidak memenuhi ketentuan AD/ART KONI, terutama terkait integritas dan rekam jejak organisasi.

Ketua KONI Kota Blitar, Sukarji, menyatakan pihaknya menghargai aspirasi masyarakat yang ikut mengawal proses pemilihan ketua KONI. Menurutnya, kritik dari masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap kemajuan olahraga di Kota Blitar.

“Kami sangat menghormati aspirasi teman-teman. Ini bentuk kepedulian masyarakat terhadap olahraga dan kami berterima kasih karena ikut mengawal agar KONI ke depan lebih baik,” ujarnya, Senin (18/5).

Sukarji menjelaskan tuntutan MAKI berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian syarat administrasi dan aturan organisasi oleh salah satu calon ketua. Namun, dia menegaskan keputusan akhir berada di tangan KONI Jawa Timur dan Dispora.

“Hari ini hasil audiensi dan tuntutan dari teman-teman MAKI akan kami laporkan ke KONI Jawa Timur dan juga Dispora. Karena kami tidak bisa memutuskan sendiri,” katanya.

Meski mendapat tekanan dari massa aksi, KONI Kota Blitar memastikan seluruh tahapan Musorkot tetap berlangsung sesuai jadwal. Proses pendaftaran, verifikasi, hingga penetapan calon disebut telah berjalan dan pemilihan tetap dilaksanakan Selasa (19/5).

“Kalau perubahan jadwal tidak ada. Musorkot tetap berjalan besok,” tegasnya.

Sukarji juga mengakui kemungkinan adanya konsekuensi apabila pimpinan di tingkat atas menilai salah satu calon bermasalah secara hukum maupun administrasi.

“Kalau nanti ada yang dianggap cacat hukum oleh pimpinan kami, tentu SK bisa saja tidak turun,” tambahnya.

Baca Juga :  Pare Run 2025 Ajang Pencarian Bakat Atlet Muda Potensial di Kediri

Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi MAKI, Mariono Setyo Budi, menegaskan pihaknya tetap mendesak agar pencalonan kandidat tersebut dibatalkan sebelum Musorkot dimulai. Menurutnya, KONI harus dipimpin figur yang memiliki integritas dan rekam jejak baik.

“Kami ingin ketua KONI itu dipimpin orang yang punya integritas dan rekam jejak baik. Kalau tetap dipaksakan lolos, kami akan kembali turun aksi saat Musorkot berlangsung,” ujarnya.

Selain menggelar aksi demonstrasi, MAKI juga berencana membawa persoalan tersebut ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) hingga Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan.