Blitar, insanimedia.id – Seorang warga negara Belanda, Anthonius Martinus Geul, mendatangi Blitar untuk menelusuri asal-usul keluarganya. Pria berusia 77 tahun itu melakukan perjalanan setelah sebelumnya singgah di Bali.
Anthonius menelusuri keterkaitan keluarganya dengan Blitar dengan berbekal literatur silsilah yang telah ia kumpulkan. Ia menjadikan dokumen tersebut sebagai acuan dalam mencari jejak leluhurnya di wilayah tersebut.
Staf Disbudpar Kota Blitar, Sidiq Jauhari, menyampaikan kunjungan tersebut dipicu rasa penasaran terhadap marga “Geul” yang diduga memiliki hubungan sejarah dengan Blitar.
“Beliau punya literatur sendiri tentang keluarganya. Dari situ muncul rasa penasaran dan akhirnya datang ke Blitar untuk menelusuri,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Anthonius datang tidak sendirian. Ia sempat bersama cucunya yang kemudian kembali ke Belanda setelah berwisata di beberapa lokasi di Kota Blitar.
Tim yang terdiri dari pegiat budaya dan pengelola arsip daerah menemukan sejumlah petunjuk awal terkait keberadaan marga Geul pada masa kolonial. Salah satu bukti berasal dari dokumen lama sekitar tahun 1906 yang mencantumkan nama serupa dalam struktur pemerintahan kala itu.
“Di arsip lama, kami menemukan nama yang diduga berkaitan dengan marga Geul, bahkan masuk dalam struktur dewan kota pada masa itu,” jelas Sidiq.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa leluhur Anthonius pernah berperan penting, baik sebagai pejabat maupun pelaku usaha di sektor perkebunan di wilayah Blitar dan sekitarnya.
Meski demikian, tim belum menyelesaikan seluruh proses pencarian. Hingga kini, lokasi makam leluhur yang menjadi tujuan utama masih belum ditemukan.
“Untuk makam memang belum ditemukan secara pasti. Ada kemungkinan berada di luar Blitar, seperti di Malang atau Surabaya, mengingat statusnya saat itu,” tambahnya.
Selain menelusuri dokumen, tim juga menemukan jejak visual berupa foto-foto lama yang diduga berkaitan dengan marga Geul. Salah satu temuan tersebut tersimpan di kawasan Hotel Tugu.







