Blitar, insanimedia.id – Kedai kopi dengan konsep pemanfaatan ruang terbuka di sekitar infrastruktur publik terus berkembang di Jawa Timur. Salah satu yang menarik perhatian adalah Timah 163 (Toko Kopi Rakyat) yang berlokasi di Jalan Brantas Nomor 61, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Kedai ini menawarkan pengalaman unik berupa pemandangan langsung perlintasan kereta api bagi para pengunjungnya.
Posisi kedai yang berada tepat di sisi barat Stasiun Talun, atau sekitar area Perlintasan Sebidang (JPL) 163, menjadi daya tarik utama. Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap destinasi kuliner yang menawarkan estetika industrial dan retro. Di sini, pengunjung dapat melihat dari dekat rangkaian kereta api seperti Penataran atau Rapih Dhoho yang melintas secara berkala.
Secara operasional, Timah 163 menyasar segmen pasar menengah ke bawah dengan struktur harga yang kompetitif. Berdasarkan data menu, harga minuman dibanderol mulai dari Rp8.000 hingga Rp18.000, mencakup varian kopi seperti Es Kopi Susu Gula Aren dan non-kopi seperti Matcha Latte. Selain itu, tersedia kudapan pendamping seperti kentang goreng dan roti bakar dengan harga di bawah Rp15.000 per porsi.
Faktor aksesibilitas dan suasana yang menyerupai halaman rumah (homey) membuat tempat ini populer di kalangan muda dan pekerja lokal. “Pemandangan kereta melintas memberikan sensasi berbeda yang sulit ditemukan di tengah kota,” ujar Rina (24), salah satu pengunjung. Hal senada diungkapkan oleh Fajar (22), “Harganya sangat ramah kantong pelajar dan suasananya cukup tenang untuk bersantai.”
Meski berada sangat dekat dengan jalur rel, pengelola tetap mengedepankan pembatasan area duduk melalui pagar pembatas untuk menjaga keamanan pengunjung. Keberadaan Timah 163 tidak hanya menjadi unit usaha kreatif, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal di sekitar Stasiun Talun yang selama ini menjadi titik transit penting di jalur kereta api koridor Blitar-Malang.
Data & Fakta:
- Lokasi: Jl. Brantas No. 61, Kec. Talun, Blitar (Barat Stasiun Talun).
- Identitas: Dikenal sebagai “JPL 163” sesuai nomor perlintasan kereta api setempat.
- Menu Unggulan: Dirty Matcha, Es Kopi Susu, dan berbagai olahan teh.
- Konsep: Outdoor/Al fresco dengan nuansa bangunan lawas (retro).







