PCNU Blitar Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Kekeringan 2026

Penulis: Sulkhan Z

Insani Media

BLITAR, insanimedia.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar menggelar rapat koordinasi strategis guna memantapkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan tahun 2026. Pertemuan yang melibatkan 14 badan otonom (banom) dan lembaga di bawah naungan NU ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah mitigasi dan respons kemanusiaan yang lebih terpadu.

​Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Graha NU Kabupaten Blitar pada Sabtu (2/5/2026) mulai pukul 14.00 WIB. Agenda utama pertemuan ini adalah mengevaluasi program kemanusiaan sebelumnya sekaligus merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat yang lebih inklusif bagi seluruh elemen NU Peduli di tingkat kabupaten hingga kecamatan.

​Ketua PCNU Kabupaten Blitar, Kiai Muqorrobin, dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian program Khidmah NU Peduli Kemanusiaan yang sebelumnya sukses dilaksanakan untuk membantu warga terdampak di Aceh Tamiang. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan masa lalu harus menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi internal yang lebih solid di masa depan.

​”Inisiatif kolaborasi NU Peduli harus terus didorong agar gerakan kemanusiaan kita tidak berjalan sendiri-sendiri. Kekuatan kita terletak pada sinergi antarlembaga dan banom untuk memastikan khidmah NU benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kiai Muqorrobin.

​Menanggapi tantangan cuaca ekstrem, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kabupaten Blitar, M. Safinun Naja, memaparkan rencana tindak lanjut teknis. Berdasarkan data prakiraan cuaca tahunan, wilayah Blitar bagian selatan masih memiliki kerentanan tinggi terhadap krisis air bersih saat musim kemarau.

​”Kami akan segera menyelenggarakan penguatan kapasitas di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC), terutama di wilayah-wilayah yang secara historis memiliki risiko bencana kekeringan tinggi. SOP yang kita diskusikan hari ini harus terdesentralisasi agar respons di tingkat bawah bisa lebih cepat,” tutur Safinun Naja di sela-sela pemaparan materi.

Baca Juga :  Awas, Polres Blitar Kota akan Tindak Tegas Warga yang Terbangkan Balon Udara saat Idul Fitri

​Senada dengan hal tersebut, perwakilan NU Peduli Kemanusiaan Kabupaten Blitar, Anisatun Nadhiroh, menekankan pentingnya manajemen data dan logistik dalam setiap aksi tanggap darurat. Menurutnya, koordinasi yang matang sejak dini akan meminimalkan tumpang tindih peran di lapangan.

​”Kehadiran 14 banom dan lembaga hari ini adalah bukti komitmen kita. Fokus kami ke depan adalah memastikan distribusi bantuan dan pendampingan psikososial saat bencana terjadi dapat berjalan secara sistematis dan tepat sasaran,” ungkap Anisatun.

​Rapat yang juga dihadiri oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Blitar, Akhsin Alfata, ini menghasilkan kesepakatan untuk melakukan simulasi tanggap darurat dalam waktu dekat. Dengan langkah proaktif ini, PCNU Blitar berharap dampak kekeringan yang mengancam sektor pertanian dan kebutuhan domestik warga dapat diminimalisir melalui jaringan struktural NU yang mengakar hingga tingkat desa.