​Cetak Benteng Ideologi, 40 Kader Rijalul Ansor Blitar Dikukuhkan di Tengah Malam, KH Ardani Ahmad: Amalkan Ilmu dalam Kondisi Apa Pun!

Penulis: Sulkhan Z

Insani Media

 

​BLITAR, insanimedia.id – Pengurus Cabang Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (PC MDS RA) Kabupaten Blitar resmi mengukuhkan 40 kader yang dinyatakan lulus dalam pendidikan Dirosah Ula. Prosesi pengukuhan yang dikemas dalam bentuk apel resmi ini berlangsung khidmat di halaman Pondok Pesantren Al Falah, Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Minggu (31/5/2026) pukul 02.00 WIB.

​Struktur kaderisasi ini menjadi bagian krusial bagi regenerasi Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat cabang. Rais Syuriah PCNU Kabupaten Blitar, KH Ardani Ahmad, menegaskan pentingnya konsistensi dan ketakwaan bagi para kader yang baru saja dikukuhkan agar mampu menjadi benteng ideologi organisasi di masa depan.

​Kiai Ardani mengingatkan para peserta agar tidak cepat puas dengan ilmu yang didapat selama mengikuti Dirosah Ula. Ilmu tersebut harus menjadi landasan bergerak yang konsisten di tengah masyarakat.

​”Harus kita syukuri dan harus kita niati, dan harus kita laksanakan secara konsisten apa yang telah Anda dapatkan di hari ini,” ujar Ardani Ahmad dalam taujihatnya di hadapan puluhan kader yang berbaris khidmat.

Al Falah Jeblog
Sebanyak 40 kader MDS Rijalul Ansor Kabupaten Blitar berfoto bersama para tokoh pimpinan struktural Ansor setelah mengikuti prosesi pengukuhan Dirosah Ula di halaman Ponpes Al Falah, Talun, Blitar, Minggu (31/5/2026) dini hari.

​Lebih lanjut, Pengasuh Ponpes Al Falah, Jeblog, ini mengutip pesan klasik Imam Syafi’i mengenai pentingnya ilmu sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil. Beliau menekankan bahwa identitas Rijalul Ansor sebagai “jagonya Ansor” harus dibarengi dengan kualitas spiritual dan intelektual yang mumpuni.

​”Kalau tidak ada ilmu tentu tidak bisa diketahui mana halal mana haram, mana tugas yang boleh mana yang tidak boleh,” lanjutnya menekankan urgensi peran kader sebagai penunjuk arah di masyarakat.

​Menutup arahannya, Kiai Ardani memberikan peringatan keras agar para kader tetap memegang teguh khidmah berorganisasi. Ilmu dan takwa harus tetap menjadi panglima, terutama saat dihadapkan pada berbagai benturan kepentingan personal maupun kelompok di masa mendatang.

Baca Juga :  2 Ribu Peserta Meriahkan Lomba Mancing Bareng Squad Nusantara Kebumen

​”Dalam kondisi kepentingan apa pun, apa pun sekali lagi, kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, kepentingan di dalam organisasi, tolong pelajaran-pelajaran ilmu yang telah Anda dapatkan ini amalkan secara konsisten,” pungkas Kiai Ardani.

​Acara pengukuhan yang berlangsung sakral di dini hari tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting struktural Ansor. Di antaranya adalah Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur Samsul Mashudi, Wakil Ketua PW MDS RA Jawa Timur H. Ahmad Farih Sulaiman, serta Ketua PC GP Ansor Kabupaten Blitar Imam Maliki. Kehadiran para pimpinan lintas tingkatan ini menegaskan komitmen bersama dalam mengawal standardisasi mutu kaderisasi demi mencetak generasi penerus yang tegak lurus pada garis perjuangan para muassis NU.