Tolak Politik Transaksional, PCNU Blitar Buktikan Kemandirian Jamiah di Konferensi Selopuro

Penulis: Sulkhan Z

Insani Media

BLITAR, insanimedia.id – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar, Kiai Muqorrobin, menegaskan komitmen kemandirian organisasi saat membuka Konferensi Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Selopuro ke-VI di MI MWB Mronjo, Ahad (19/7/2026).

Membawa angle tata kelola bersih, PCNU Blitar membuktian penolakan keras terhadap praktik politik transaksional dan eksploitasi dana umat.

​Pendekatan data memperlihatkan capaian signifikan PCNU Blitar. Secara absolut, kepengurusan saat ini menihilkan pemotongan dana filantropi (Lazisnu) untuk biaya operasional pengurus.

Langkah strategis ini dibarengi keberanian menolak berbagai tawaran gratifikasi fasilitas pribadi—mulai dari kendaraan hingga uang tunai—dari elite partai demi menjaga independensi di tahun-tahun politik.

​”Minimal hari ini kami sudah mampu memutus tradisi-tradisi yang kurang baik. Kami tidak pernah terbebani pihak yang tersinggung, karena faktor-faktor yang menjadikan kita tersandera itu hari ini sudah kami putus semua,” tegas Kiai Muqorrobin.

​Daya tawar kelembagaan (political leverage) yang bersih ini kemudian murni dialihkan untuk pemberdayaan umat secara terukur. PCNU Blitar tercatat sukses mengonsolidasikan dana hibah senilai Rp1 miliar untuk pembangunan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, serta mengamankan 700 kuota beasiswa KIP Kuliah gratis beserta biaya hidup bagi kader NU melalui serapan aspirasi lintas partai.

​”Jadi kita mengorbankan hak-hak istimewa pengurus demi kemaslahatan umum. Kembalinya nanti kepada warga Jamiah. Sing gede ben NU, ojo penguruse sing lemu (Yang besar biar NU-nya, jangan pengurusnya yang gemuk),” pungkasnya mengingatkan agar konferensi ini melahirkan program, bukan sekadar suksesi jabatan.

Gelaran Konferensi MWC NU Selopuro ke-VI memutuskan nakhoda baru yang diharapkan mampu meneruskan tongkat estafet kemandirian jamiah di tingkat kecamatan.

​Hasil Keputusan Konferensi MWC NU Selopuro (2026-2031):

​Rois Syuriyah: Kiai Mohammad Zuhri

Baca Juga :  Misi Khidmah Ramadhan, PCNU Blitar Terjunkan Relawan ke Aceh Tamiang

​Ketua Tanfidziyah: Kiai Ma’rifatush Sholikhin