Seminar Bulan Bung Karno, Mahasiswa Untag Kupas Nasionalisme dari Tiga Perspektif

Penulis : Sulkhan Z.

Insani Media

Surabaya, insanimedia.id – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menggelar Seminar Dialog Ilmiah pada Kamis (11/6/2026). Panitia mengangkat tema “Api Nasionalisme Bung Karno dalam Tantangan Zaman dari Perspektif Hukum, Kesehatan, dan Ekonomi” sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang diperingati setiap Juni.

Panitia menghadirkan Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut. Selain itu, panitia juga mengundang tiga narasumber dari bidang yang berbeda untuk membahas makna nasionalisme dalam konteks kekinian.

Ketiga narasumber tersebut yakni Dr. Demas Brian Wicaksono, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Untag Surabaya, dr. Stevany Herlina Rumbobiar dari Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, serta Bryant Ritchie Trisnodjoko, S.A., yang berprofesi sebagai Associate Consultant-Accounting & ESG Research.

Dr. Demas Brian Wicaksono membahas nasionalisme dari sudut pandang hukum. Ia menjelaskan bahwa bangsa Indonesia harus menjaga kedaulatan negara melalui sistem hukum yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya kepastian hukum, perlindungan hak-hak masyarakat, serta keberadaan regulasi yang mampu menciptakan ketertiban dan keadilan sosial. Dalam kesempatan itu, ia mendorong mahasiswa hukum agar bersikap kritis dalam mengawal penerapan hukum sehingga tetap sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan kepentingan nasional.

Bryant Ritchie Trisnodjoko mengulas nasionalisme dari perspektif ekonomi. Ia menilai penguatan kemandirian ekonomi menjadi salah satu bentuk nasionalisme yang relevan di era globalisasi. Ia memaparkan berbagai strategi seperti hilirisasi industri, pengurangan ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat melalui skema Local Currency Settlement (LCS), serta penguatan sistem pembayaran digital nasional. Menurutnya, nasionalisme ekonomi tidak berarti menutup diri dari dunia luar, melainkan memperkuat ketahanan dan daya saing ekonomi dalam negeri.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Gunakan Buku Kendali Budal Sinau Kontrol Kegiatan Siswa Selama Ramadan

Sementara itu, dr. Stevany Herlina Rumbobiar membahas pentingnya sektor kesehatan dalam pembangunan bangsa. Ia menyampaikan bahwa kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama kemajuan negara sekaligus wujud nyata nasionalisme pada era modern. Dalam paparannya, ia menyoroti sejumlah persoalan kesehatan nasional, mulai dari stunting, ketimpangan akses layanan kesehatan, meningkatnya masalah kesehatan mental pada remaja, hingga ketergantungan terhadap bahan baku obat impor. Ia juga mengingatkan pentingnya pemenuhan hak kesehatan sebagai hak konstitusional serta peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan sebagai bagian dari upaya bela negara.

Melalui seminar tersebut, DPM Fakultas Hukum Untag Surabaya berharap peserta dapat memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai nasionalisme yang diwariskan oleh Ir. Soekarno dan memahami relevansinya dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Panitia juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran generasi muda untuk lebih aktif menjaga persatuan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa sesuai semangat nasionalisme di era modern.