Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar menunda kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat (SR) karena proses pembersihan material di lingkungan sekolah belum selesai. Kebijakan tersebut diambil agar siswa dapat belajar di lingkungan yang aman, bersih, dan sehat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar, Eka Atikah, mengatakan para siswa sebenarnya sudah menantikan dimulainya pembelajaran. Namun, pemerintah memprioritaskan kesiapan lingkungan sekolah sebelum kegiatan belajar berlangsung.
“Nunggu pembersihan material selesai, biar siswa SR lebih nyaman dan terjaga kesehatannya. Demi kenyamanan, keamanan, dan kesehatan anak-anak, diputuskan ditunda dulu sampai kondisinya lebih bersih,” ujarnya, Jumat (31/7).
Eka menjelaskan, sejumlah orang tua sempat mempertanyakan penundaan jadwal masuk sekolah yang sebelumnya direncanakan pada akhir Juli. Meski demikian, Pemkot Blitar memastikan keputusan tersebut dilakukan untuk menghindari potensi risiko selama proses penataan dan pembersihan sekolah masih berlangsung.
“Ditunda karena agar rapi dulu dan biar bersih supaya siswa-siswi merasanyaman,” tambahnya.
Di tengah penundaan tersebut, Dinas Sosial tetap melanjutkan proses verifikasi calon peserta didik. Hingga saat ini, sekitar 200 anak telah menjalani verifikasi lapangan dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah.
“Alhamdulillah sekitar 200 anak, dan masih bertambah, proses verifikasi lapangan,” katanya.
Selain proses verifikasi, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan siswa. Seragam, perlengkapan kebersihan diri, dan perlengkapan pendukung lainnya sudah tersedia di gudang sehingga tinggal didistribusikan kepada para peserta didik.
“Seragam, alat kebersihan diri, dan lainnya sudah disiapkan. Tinggal membagikan,” pungkasnya.






