Warga Desa Kemanukan Purworejo Semangat Gotong Royong Kerja Bakti untuk Lingkungan

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Purworejo, insanimedia.id– Warga RT 2 RW 1 Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam Komplek Gardu 21 kembali menunjukkan semangat gotong royong dengan menggelar kerja bakti massal membersihkan lingkungan dan jalan kampung pada Selasa (16/6/2026).

Masyarakat memanfaatkan momentum libur Tahun Baru Islam 1 Muharam yang bertepatan dengan 1 Suro dalam kalender Jawa untuk melakukan refleksi diri sekaligus menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Sejak pagi, warga dari berbagai kelompok usia turun langsung mengikuti kegiatan tersebut. Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlihat bekerja sama membersihkan lingkungan dengan penuh antusias.

Komplek Gardu 21 dikenal sebagai kawasan yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Keberagaman tersebut justru memperkuat hubungan sosial antarwarga melalui berbagai kegiatan bersama yang mengusung slogan “Guyub Rukun dalam Keberagaman”.

Salah seorang warga, Sugiyatno, mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti telah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan masyarakat setempat, terutama menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan.

“Beberapa kali kami mengadakan kerja bakti bersama menjelang Idulfitri, Natal maupun Waisak. Jadi kegiatan seperti ini sudah menjadi tradisi yang mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.

Sugiyatno menegaskan bahwa perbedaan keyakinan yang ada di lingkungan Gardu 21 tidak pernah menghambat keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

“Kami tidak ingin terkotak-kotak karena perbedaan. Justru perbedaan itu kami jadikan kekuatan untuk memperkuat kebersamaan dan saling menghargai,” kata Sugiyatno.

Warga memulai kerja bakti sejak pukul 06.00 WIB dengan membersihkan area rumah masing-masing. Pada pukul 08.00 WIB, seluruh warga melanjutkan kegiatan dengan membersihkan jalan lingkungan menuju Gardu 21. Mereka menyapu jalan, membersihkan saluran air, dan mencabut rumput liar yang tumbuh di sepanjang jalur tersebut.

Untuk mempercepat pekerjaan, warga membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing. Kaum laki-laki menangani pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih besar, sedangkan kaum perempuan membersihkan area yang lebih ringan. Anak-anak juga ikut berpartisipasi agar tumbuh rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak usia dini.

Baca Juga :  Perkuat Benteng Digital, Badan Siber Ansor Blitar Gelar Edukasi Keamanan Bisnis

“Anak-anak juga ikut membantu sesuai kemampuannya. Untuk anak laki-laki usia SMP dan SMA kami arahkan membantu mengangkut dan membuang sampah ke lokasi yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Setelah menyelesaikan kerja bakti, warga berkumpul di sekitar gardu sambil menunggu acara makan bersama. Dalam kesempatan tersebut, sesepuh warga, Paiman, menyampaikan ular-ular yang berisi nilai-nilai budaya Jawa yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Tembang macapat itu mengajarkan kepada kita semua tentang proses perjalanan hidup manusia. Banyak pesan yang tersirat dari sana. Demikian juga budaya Jawa melalui tata bahasanya sudah mengajarkan kepada kita untuk menjaga tata krama untuk bergaul,” kata Paiman.

Paiman kemudian memimpin doa secara Islam. Antonius Parmin melanjutkan dengan doa Katolik, sedangkan Gatot Didit Widiyantoro menutup rangkaian doa dengan doa Buddha.

Ketua RT 2 RW 1 Desa Kemanukan, Antonius Parmin, menegaskan bahwa warga akan terus menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Menurut Parmin, kegiatan kerja bakti dan doa bersama yang digelar pada awal Tahun Baru Islam dan tahun baru Jawa menjadi simbol harapan agar kehidupan masyarakat semakin harmonis, aman, serta penuh kepedulian sosial.

“Yang selalu kami pegang adalah kebersamaan. Dengan berbagai agama yang ada di sini, kami tetap bisa hidup berdampingan dengan baik. Di awal tahun ini kami berdoa agar seluruh warga diberikan keselamatan, kesehatan, dan terus saling membantu satu sama lain,” jelas Parmin.