Kolaborasi Ulama-Umara, Bahtsul Masail FMP2B Ke-V se-Jatim Sukses Digelar di Pendopo Kota Blitar

Penulis: Sulkhan Z

Insani Media

 

BLITAR, insanimedia.id – Forum Musyawarah Pesantren Putri Blitar (FMP2B) Ke-V tingkat Jawa Timur secara resmi ditutup. Forum bahtsul masail yang mempertemukan ratusan delegasi santri putri dari berbagai pondok pesantren se-Jawa Timur ini berlangsung khidmat di Pendopo Kusumawicitra, Kota Blitar, pada Minggu (26/7/2026).

​Kegiatan ini memfokuskan diri pada pembahasan ragam problematika waqiiyah (aktual) yang tengah dihadapi masyarakat, guna merumuskan solusi hukum agama yang komprehensif.

​Berdasarkan pantauan, ratusan peserta tampak antusias mengikuti jalannya persidangan di hadapan para kiai dan dewan perumus. Kehadiran sejumlah tokoh ulama penting juga menambah bobot keilmuan dalam majelis ini. Turut hadir memantau dan membimbing jalannya diskusi, di antaranya KH Habib Bawafi, Rais Syuriah PCNU Kota Blitar KH Mukhtar Lubby, serta jajaran gawagis dan nawaning se-Blitar Raya.

​Pelaksanaan FMP2B kali ini mencatat sejarah tersendiri dan menarik perhatian publik karena diselenggarakan langsung di fasilitas pemerintahan daerah. Perwakilan panitia FMP2B Ke-V, Gus Jhohan Sabiq, menyoroti pentingnya pemilihan lokasi tersebut sebagai simbol harmonisasi elemen bangsa.

​”Pertama kali forum bahsul masail santri di kantor pemerintahan, hal ini bentuk kolaborasi ulama dan umara bergandengan tangan,” ungkap Gus Jhohan.

Fmp2b
Puluhan delegasi santri putri dari berbagai pondok pesantren se-Jawa Timur mengabadikan momen bersama usai penutupan forum Bahtsul Masail Forum Musyawarah Pesantren Putri Blitar (FMP2B) Ke-V di Pendopo Kusumawicitra, Kota Blitar, Minggu (26/7/2026). (Foto: Dok. insanimedia.id)

​Sinergi ini, lanjutnya, menunjukkan dukungan nyata dari pemerintah terhadap pelestarian tradisi keilmuan di kalangan pesantren.

​Senada dengan hal tersebut, Walikota Blitar H. Syauqul Muhibbin menyambut baik inisiatif para santri putri tersebut. Ia menekankan bahwa esensi dari tradisi intelektual pesantren ini murni untuk kemaslahatan umat.

​”Bahsul masail ini bukan adu jago-jagoan, tapi tempat belajar dan ruang untuk menyelesaikan permasalahan dan persoalan yang ada di masyarakat,” tuturnya saat memberikan sambutan penutupan.

​Sebagai pamungkas, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Jeblog Talun yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Kabupaten Blitar, KH Ardani Ahmad, memberikan pesan moral yang mendalam. Beliau mengingatkan agar setiap dinamika yang dibahas dan dialami santri dapat menjadi jalan pencerahan spiritual.

Baca Juga :  Program MBG Mulai Berjalan di Kota Blitar, Satgas Dibentuk untuk Awasi Sasaran

​”Orang yang akalnya sehat, apa yang dilihat dan dirasakan akan menjadi mauidhoh hasanah,” pesannya menutup seluruh rangkaian kegiatan.