Purworejo, insanimedia.id– Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar prosesi Jamasan Tosan Aji di Pendopo Kabupaten Purworejo, Kamis (18/6/2026), untuk menyambut Tahun Baru Jawa 1960 Saka sekaligus memperkuat komitmen pelestarian budaya daerah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo melalui Museum Tosan Aji menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan nuansa khidmat. Bupati Purworejo Yuli Hastuti membuka acara secara langsung didampingi Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendukung berbagai program pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya.
**”Kabupaten Purworejo memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Oleh karena itu, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama,” ucapnya.**
Bupati memberikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini tetap menjaga dan melestarikan tradisi serta warisan budaya leluhur. Menurutnya, konsistensi tersebut membuat nilai-nilai budaya daerah tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan seni budaya lokal. Di tengah perkembangan budaya modern yang semakin pesat, kehadiran generasi muda dinilai menjadi harapan besar bagi keberlangsungan budaya daerah.
**”Penampilan Tari Kreasi dari anak-anak SMP Negeri 4 Purworejo menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku sekaligus pewaris budaya bangsa,” ungkapnya.**
Melalui peringatan Tahun Baru Jawa 1960 Saka, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, menjaga persatuan, serta menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi dalam mewujudkan Purworejo yang lebih maju, sejahtera, berdaya saing, dan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur budaya lokal.
**”Semoga kegiatan Jamasan Tosan Aji Tahun 2026 ini membawa berkah, keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo,” pungkasnya.**
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purworejo, Agung Setiyono, menjelaskan bahwa kegiatan jamasan yang rutin dilaksanakan setiap tahun tidak hanya bertujuan merawat pusaka, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal, menjaga, dan melestarikan tradisi budaya.
Panitia turut memeriahkan acara dengan penampilan Tari Kreasi dari siswa SMP Negeri 4 Purworejo serta Tari Cing Po Ling yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Purworejo.
Dalam prosesi tersebut, petugas menjamas sejumlah pusaka penting, antara lain Pusaka Raden Adipati Arya Cokronagoro, pusaka milik Bupati Purworejo, serta koleksi Museum Tosan Aji. Seluruh pusaka tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang Kabupaten Purworejo yang terus dijaga dan dilestarikan bersama.







