Purworejo, insanimedia.id – Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjanjikan bantuan beasiswa pendidikan serta dukungan modal usaha bagi para pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Disabilitas yang berlangsung di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo.
Bahlil menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri penutupan MTQ Disabilitas yang diselenggarakan oleh Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) bersama Pondok Pesantren An-Nawawi pada Jumat (19/6/2026). Ia menilai prestasi para peserta membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang setara dengan masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Bahlil mengaku terkesan dengan kemampuan para peserta dalam membaca Al-Qur’an serta semangat mereka dalam menuntut ilmu. Menurutnya, kemampuan yang ditunjukkan peserta menjadi bukti bahwa kondisi fisik bukan ukuran utama dalam meraih prestasi.
“Saya tidak mengatakan saudara-saudara saya ini adalah orang yang berkekurangan. Secara fisik mungkin berbeda dengan kita, tetapi yang sehat-sehat ini belum tentu bisa mengaji sebaik apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita,” kata Bahlil.
Sebagai bentuk penghargaan atas capaian para peserta, Bahlil menginstruksikan panitia untuk mendata para juara dari seluruh kategori lomba. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar pemberian bantuan pendidikan secara berkelanjutan bagi peserta yang masih menempuh jenjang sekolah maupun perguruan tinggi.
“Nanti saya minta yang juara-juara satu, juara dua, juara tiga, yang paling terbaik dari semua kategori, yang masih sekolah dan kuliah, kita kasih beasiswa sampai selesai kuliah,” ujarnya.
Bahlil menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu sarana penting untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Oleh karena itu, peserta yang berprestasi harus memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Selain menyiapkan beasiswa, Bahlil juga berkomitmen membantu peserta yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia menyatakan akan mendorong akses terhadap lapangan pekerjaan maupun mendukung peserta yang ingin mengembangkan usaha mandiri.
“Yang sudah selesai kuliah nanti dicek. Kalau yang bisa kerja, kita upayakan. Tapi kalau mereka mau bisnis di lingkungan mereka, nanti kita kasih modal usaha supaya mereka bisa berkreasi,” kata Bahlil.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta dan tamu undangan yang hadir dalam acara penutupan. Bahlil menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, dan kesempatan ekonomi yang layak.
Menurutnya, negara harus memberikan perhatian lebih melalui program pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian, bukan sekadar bantuan sosial jangka pendek. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan keadilan sosial dan pembangunan yang inklusif.
Bahlil juga mengapresiasi penyelenggara MTQ Disabilitas yang telah menyediakan ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang keagamaan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas di berbagai daerah.
Dengan dukungan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, Bahlil optimistis semakin banyak penyandang disabilitas yang mampu mengembangkan potensi, meningkatkan kemandirian, serta berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
“Disabilitas mempunyai hak yang sama dengan warga negara lainnya. Mereka harus diberikan kesempatan untuk maju, berkembang, dan memperoleh masa depan yang lebih baik,” ujar Bahlil.







