Bursa Ketum PBNU Memanas, PWNU Jatim Resmi Usung Gus Kikin di Muktamar ke-35

Penulis: Sulkhan Z

Insani Media

 

SURABAYA, insanimedia.id – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), peta dukungan calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mengerucut. Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur secara resmi mengajukan KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai kandidat utama dalam bursa pemilihan yang akan digelar pada Agustus 2026.

​Langkah politis ini diumumkan pasca-rapat konsolidasi antara PWNU dan PCNU se-Jatim di Surabaya, Selasa (21/7/2026). Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH. Abdul Matin Djawahir, menegaskan bahwa pencalonan tersebut bukanlah keputusan sepihak, melainkan hasil kesepakatan bulat antara pengurus wilayah dan seluruh Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur.

​”Tidak kalah penting bahwa ini murni PWNU Jatim menugasi KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) untuk menjadi kandidat ketua umum pada Muktamar ke-35,” kata Abdul Matin.

​Merespons mandat yang diberikan oleh PWNU dan PCNU daerah, Gus Kikin menyatakan kesiapannya untuk maju. Ia berkomitmen untuk merumuskan berbagai program strategis yang berorientasi pada perbaikan kinerja dan tata kelola organisasi PBNU di masa mendatang.

​“Dampak yang diharapkan NU akan semakin baik, kita akan mempersiapkan diri supaya ketika memasuki acara Muktamar, kita bisa mengusulkan pikiran-pikiran yang baik demi kinerja yang baik juga,” ujar Gus Kikin secara terpisah.

​Secara statistik historis, kontestasi Ketua Umum PBNU memiliki ambang batas pencalonan. Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyebutkan bahwa kandidat lazimnya diwajibkan mengantongi minimal 99 suara dukungan, meski angka finalnya masih menunggu pengesahan tata tertib.

​Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Saat ini, panitia tengah melakukan verifikasi faktual terhadap peserta yang memiliki hak suara. Selain suksesi kepemimpinan, forum tertinggi ini akan membedah sejumlah agenda krusial, meliputi:

  • ​Peta jalan (roadmap) organisasi untuk 25 tahun ke depan.
  • ​Penguatan sistem kaderisasi dan nilai-nilai keulamaan.
  • ​Transformasi digital dan pengembangan kemandirian ekonomi warga Nahdliyin.
Baca Juga :  Pemkot Blitar Siapkan Rp210 Juta untuk Bangun 6 Rumah Warga Kurang Mampu