Blitar, insanimedia.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blitar mendorong desa tidak hanya mandiri, tetapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Upaya ini dilakukanDPMD Kabupaten Blitar Dorong Desa Lebih Tangguh, Gotong Royong dan Kewaspadaan Dikuatkan Lewat Jogrotoro Deso melalui inovasi Jogrotoro Deso yang memperkuat gotong royong dan kewaspadaan masyarakat.
Kepala DPMD Kabupaten Blitar Tantowi Jauhari menyampaikan, Jogrotoro Deso difokuskan pada optimalisasi peran Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Lembaga Adat Desa (LAD). Nama Jogrotoro sendiri memiliki filosofi selalu waspada.
Melalui inovasi ini, LKD dan LAD tidak hanya berperan dalam menjaga adat dan budaya, tetapi juga didorong menjadi penggerak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman dan gangguan di lingkungan desa.
“Semangat gotong royong dan kewaspadaan masyarakat perlu terus diperkuat melalui kelembagaan desa, sehingga desa semakin mampu menghadapi berbagai tantangan dengan potensi yang dimiliki,” ujar Tantowi.
Penguatan dilakukan melalui pembinaan, standardisasi pelaksanaan dan bimbingan teknis. Kelembagaan desa didorong memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan sumber daya lokal sesuai prioritas kebutuhan masyarakat.
Selain Jogrotoro Deso, DPMD Kabupaten Blitar juga mengembangkan Si Kembang Desa sebagai instrumen pembangunan berbasis data. Aplikasi ini memuat profil 220 desa di 22 kecamatan dengan 1.585 titik data dalam 24 variabel untuk setiap desa, berbasis pemutakhiran IDM Tahun 2024.
DPMD berharap penguatan gotong royong dan kewaspadaan melalui Jogrotoro Deso, yang dipadukan dengan perencanaan berbasis data melalui Si Kembang Desa, dapat memperkuat kemandirian ekonomi serta ketahanan sosial budaya desa secara berkelanjutan. (riz)







