Gema Maulid Literasi Santri, Gus Romzi Serukan Pesan Cinta Rasulullah

Penulis: Sulkhan Z

Insani Media

JOMBANG, INSANIMEDIA.ID – Rangkaian Muktamar Literasi Santri 2026 yang diinisiasi oleh Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) berlanjut dengan kemeriahan agenda Gema Maulid Spesial. Bertempat di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, forum selawat ini menghadirkan pelantun selawat muda Gus Azmi dan Cak Fandi Irawan, serta diisi tausiah oleh penceramah asal Jakarta, Gus Romzi Ahmad.

​Majelis yang dipadati oleh ribuan santri ini tidak sekadar menjadi ruang berekspresi spiritual, melainkan juga medium penanaman nilai-nilai karakter bagi generasi muda. Koordinator Nasional AIS Nusantara, Ulinnuha Lazulfaa, selaku pemandu acara, menyampaikan apresiasi atas antusiasme santri yang tetap solid dan bersuka cita memeriahkan agenda selawat bersama di area bazar expo.

​Dalam sesi tausiahnya, Gus Romzi Ahmad memaparkan pentingnya literasi akhlak dengan meneladani cara Nabi Muhammad SAW berinteraksi dalam kehidupan sosial. Ia menyoroti isu-isu relevan di kalangan santri, yakni pentingnya menjaga kerukunan dan menjauhi perilaku perundungan (bullying) antarteman di lingkungan pondok pesantren.

​”Mencintai Rasulullah itu caranya adalah dengan belajar cara Rasulullah mencintai orang-orang yang ada di sekitarnya,” tutur Gus Romzi Ahmad di hadapan para jamaah dan muktamirin.

​Lebih lanjut, Gus Romzi merinci bahwa peneladanan tersebut dapat dipraktikkan melalui tiga pilar utama: manifestasi kasih sayang terhadap keluarga, penghormatan kepada sesama sahabat, serta sikap tenang dan pemaaf ketika menghadapi pihak-pihak yang memusuhi atau menyakiti hati.

​Melalui kolaborasi selawat dan literasi keagamaan ini, ajang Muktamar Literasi Santri diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan cakap digital, tetapi juga memiliki kematangan moral sebagai pembawa pesan damai di tengah dinamika pergaulan masyarakat.

Baca Juga :  Gebyar 2 Tak di Purworejo: Lebih dari Sekadar Deru Knalpot, Komunitas Ini Tunjukkan Energi Sosial dan Budaya