iNFood  

Menyusuri Jejak Rasa Blitar: Dari Blendi Tewel hingga Madu Mongso

Penulis: Sulkhan Z

Insani Media

BLITAR, INSANIMEDIA.ID – Kabupaten Blitar tidak hanya memantapkan posisinya sebagai pusat sejarah “Bumi Penataran”, tetapi juga sebagai lumbung kuliner tradisional yang memiliki nilai filosofis dan ekonomi tinggi. Sektor industri makanan olahan tercatat sebagai salah satu dari tiga sektor industri utama yang mendominasi perekonomian daerah tersebut. Kekayaan rasa ini menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus motor penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Ragam Olahan Utama: Nasi Ampok dan Blendi Tewel

​Salah satu identitas kuliner yang paling menonjol adalah Nasi Ampok. Hidangan ini berbahan dasar jagung yang ditumbuk dan dikukus, biasanya disajikan bersama ikan asin serta sayuran sebagai pengganti nasi beras.

​Selain itu, terdapat Blendi Tewel yang menawarkan cita rasa pedas nikmat. Masakan ini menggunakan bahan utama nangka muda yang diolah dengan rempah pilihan, sangat serasi jika disantap dalam kondisi hangat.

​Bergeser ke protein hewani lokal, wisatawan kerap mencari Uceng Goreng. Uceng merupakan ikan air tawar berukuran kecil (rata-rata sebesar jari kelingking) yang hidup di sungai. Selain digoreng renyah, ikan ini juga sering diolah menjadi bothok atau sayur gurih.

Camilan Tradisional dan Potensi Ekspor

​Blitar juga dikenal dengan kudapan manis yang awet sebagai buah tangan. Wajik Kletik, misalnya, merupakan produk olahan ketan putih, kelapa, dan gula merah yang memiliki tekstur renyah dan unik. Ada pula Geti, camilan berbahan kacang tanah dan wijen yang direkatkan dengan rebusan gula hingga kering.

​Daya saing kuliner Blitar bahkan telah menembus pasar internasional. Berdasarkan rincian komoditas daerah, produk Madu Mongso—olahan tape ketan hitam fermentasi yang dimasak menjadi jenang—telah berhasil diekspor ke Hong Kong oleh pelaku usaha lokal seperti Bening Goldfish. Data mencatat nilai ekspor komoditas ini mencapai Rp33,8 juta pada tahun 2022.

Baca Juga :  Warung Kaligajah Pak Samson Integrasi Kuliner dan Wisata Keluarga di Blitar

Kesegaran Es Pleret dan Kue Opak Gambir

​Sebagai pelengkap, Es Pleret menjadi minuman tradisional yang tak boleh dilewatkan. Minuman ini terdiri dari bola-bola kecil kenyal dari tepung beras yang disajikan dengan santan, sirup gula merah, dan es batu. Untuk camilan ringan, Opak Gambir menawarkan tekstur renyah hasil panggangan suhu tinggi dengan bahan dasar tepung terigu dan sari buah.

​Keberagaman kuliner ini selaras dengan pertumbuhan pesat sektor industri di Kabupaten Blitar yang per semester I tahun 2025 telah mencapai 28.576 unit. Stabilitas dan inovasi dalam pengemasan kuliner tradisional diharapkan mampu terus memperluas jangkauan pasar hingga ke taraf global.