Purworejo, insanimedia.id – Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Tunaryo, S.Sos., MAP., meninjau langsung kondisi jalan rusak di Desa Brondong, Kecamatan Bruno, Minggu (6/9/2026). Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap ruas jalan tersebut dan memasukkannya dalam prioritas pembangunan.
Tunaryo memanfaatkan waktu libur untuk melihat kondisi infrastruktur sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung. Dari hasil peninjauan, ia menemukan kerusakan jalan yang cukup parah dan dikeluhkan masyarakat.
Menurut Tunaryo, kerusakan jalan di Desa Brondong perlu segera mendapatkan penanganan. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran warga, terutama ketika anak-anak menggunakan jalan tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.
“Notabenenya jalan rusak banget, khususnya di Desa Brondong. Bahkan tadi salah satu ibu-ibu sampai histeris, ini anak-anak sekolah bertaruh nyawa,” kata Tunaryo.
Tunaryo menjelaskan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan jalan untuk 2026. Karena itu, ia akan mendorong pemerintah agar memasukkan ruas jalan di Brondong sebagai salah satu prioritas pemeliharaan pada 2027.
“Kita minta skala prioritas untuk pemeliharaan. Harapan saya 2028 khususnya di Desa Brondong bisa terbangun,” ujarnya.
Selain jalan di Desa Brondong, Tunaryo turut mengecek ruas yang menghubungkan Cepedak, Kemranggen, hingga Karanggedang. Ia menyebut pemerintah merencanakan pembangunan ruas tersebut sepanjang kurang lebih dua kilometer pada tahun ini.
“Di tahun ini insyaallah sudah mulai terbangun seluas dua kilometer, itu juga karena sempat longsor. Cuma ruas jalan itu ada 4,4 kilometer. Artinya kita berharap di tahun 2028 pun ada lanjutan untuk pembangunan,” jelasnya.
Tunaryo mengatakan peninjauan lapangan penting dilakukan agar DPRD tidak sekadar menyampaikan usulan berdasarkan laporan. Ia ingin setiap aspirasi pembangunan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga.
“Kita kepengin melihat data dan kondisi langsung, istilahnya tidak asal mengusulkan. Artinya kita benar-benar melihat apa yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Hasil survei tersebut menunjukkan masih terdapat kondisi infrastruktur yang membutuhkan perhatian serius. Tunaryo berharap pemerintah dapat membangun infrastruktur secara merata agar seluruh masyarakat merasakan hasil pembangunan.
“Saya berharap biar masyarakat semua merasa mempunyai Purworejo. Jangan sampai ada yang merasa tertinggal atau ditinggalkan,” tegasnya.
Ia menilai pemerataan pembangunan sangat penting karena wilayah Bruno memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Pemerintah, kata dia, perlu mencegah kesenjangan pembangunan yang terlalu lebar antarwilayah di Kabupaten Purworejo.
“Jangan sampai sama-sama Purworejo tapi jauh banget untuk skala pembangunannya, apalagi daerah tersebut termasuk daerah pengembangan dan lain-lain,” imbuhnya.
Dalam peninjauan tersebut, Tunaryo turut didampingi sejumlah pejabat dan perangkat daerah terkait. Mereka bersama-sama melihat kondisi ruas jalan sekaligus melakukan survei terhadap kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.
Sejumlah pejabat yang ikut dalam kegiatan itu antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo Eko Paskiyanto, perwakilan Bina Marga Imam, Camat Bruno Taufik Bagus Setyoko, serta Asisten II Setda Purworejo Budi Wibowo.







