Wali Kota Blitar Minta SPPG Jaga Kualitas dan Cegah Potensi Keracunan

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak lengah dalam mengolah hingga mendistribusikan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pesan tersebut disampaikan Syauqul setelah meninjau langsung dua SPPG di Kota Blitar. Pemantauan itu dilakukan sebagai bagian dari tugas pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kami diberi tugas oleh Kemendagri ataupun Kepala BGN, pemerintah daerah melalui tim pemantauan program Makan Bergizi Gratis, untuk selalu mengecek SPPG yang ada di wilayahnya masing-masing, memastikan SOP-nya dijalankan, memastikan bahwa makanan yang dihasilkan itu higienis, sehingga tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan seperti keracunan,” ujar Wali Kota.

Syauqul meminta pengelola SPPG memperketat pemeriksaan bahan baku sebelum makanan diproses. Ia menilai ketelitian menjadi salah satu kunci untuk menjaga keamanan makanan yang akan dikonsumsi para siswa.

Sayur dan buah, lanjutnya, juga perlu mendapat perhatian karena secara alami dapat membawa organisme kecil. Kondisi tersebut tidak menjadi persoalan selama pengelola menerapkan proses pengolahan yang higienis dan sesuai standar.

“Berhati-hati dalam memilih bahan, kualitas, dan kemudian menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk lebih teliti,” katanya.

Selain bahan makanan, Wali Kota Blitar juga menyoroti waktu distribusi. Ia meminta SPPG dan sekolah memperkuat koordinasi agar makanan tidak terlalu lama berada dalam perjalanan sejak selesai dimasak hingga dikonsumsi siswa.

“Catatannya tinggal bagaimana kita memaksimalkan koordinasi antara SPPG dengan sekolah, supaya tidak terjadi kemoloran dari jadwal,” jelasnya.

Hasil peninjauan terhadap dua SPPG menunjukkan proses pengolahan dan pendistribusian makanan sejauh ini telah berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Jarak dapur yang relatif dekat dengan sekolah juga membantu mempercepat proses pengiriman sehingga makanan dapat segera disantap siswa setelah tiba.

Baca Juga :  SPPG di Kota Blitar Wajib Memenuhi IKL Minimal 80 Persen, Satgas MBG Lalukan Pengawasan Ketat

Pemerintah daerah bersama kementerian terkait, kata Syauqul, juga tetap melakukan kesiapsiagaan selama 24 jam untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan dalam pelaksanaan program MBG.

“Kalau SOP-nya dijalankan, insyaallah kita tidak perlu khawatir yang berlebihan. Saya kira standarnya ini sudah di atas warung, di atas rumah makan. Sangat higienis, sangat bagus,” pungkasnya.

Saat ini, sebanyak 29 SPPG telah beroperasi di Kota Blitar dari sekitar 30 SPPG yang terdaftar. Puluhan SPPG tersebut melayani program MBG dengan sasaran penerima manfaat sekitar 60.000 siswa.

Terkait perizinan, Syauqul menyebut sebagian besar SPPG telah memenuhi persyaratan. Beberapa dokumen pendukung, termasuk surat keterangan tertentu, masih dalam proses penyelesaian.

Pemkot Blitar pun terus mendorong seluruh SPPG menjaga standar pengolahan makanan agar pelaksanaan MBG berjalan aman, higienis, dan tepat waktu bagi para penerima manfaat.