Blitar, insanimedia.id – Polisi menangkap G, 28, warga Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, yang diduga menjadi pelaku tabrak lari hingga menewaskan seorang pejalan kaki di Jalan Sudanco Supriadi, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Petugas meringkus pengemudi pikap Mitsubishi L300 hitam itu di rumahnya pada Kamis (29/10/2026) pagi. Untuk menghindari petugas, pelaku diduga menyembunyikan kendaraan yang digunakan saat kecelakaan di dalam kandang ayam.
Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar menerangkan, kecelakaan maut tersebut terjadi pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 19.10 WIB. Saat itu, pikap hitam yang belum diketahui nomor polisinya melaju dari barat ke timur di Jalan Sudanco Supriadi.
Ketika melintas di lokasi, kendaraan tersebut menabrak Purnomo, 71, yang sedang menyeberang jalan dari utara ke selatan. Warga Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, itu mengalami luka serius akibat benturan keras hingga meninggal dunia di tempat kejadian.
“Korban berusia 71 tahun bekerja sebagai buruh tani. Petugas yang tiba di tempat kejadian mendapati korban mengalami luka-luka parah di bagian kepala, tangan, dan kaki, lalu dinyatakan meninggal dunia di lokasi,” kata Samsul.
Usai menabrak korban, pengemudi diduga langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan. Menindaklanjuti kejadian tersebut, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengidentifikasi kendaraan dan pengemudinya.
Hasil penyelidikan mengarah kepada G yang berdomisili di Desa Slorok, Kecamatan Garum. Polisi kemudian melacak keberadaan terduga pelaku dan menangkapnya di rumah pada Kamis sekitar pukul 08.00 WIB, dua hari setelah kecelakaan terjadi.
Dalam pemeriksaan, G mengakui keterlibatannya dalam kecelakaan tersebut. Petugas juga menemukan pikap hitam yang diduga digunakan untuk menabrak korban. Kendaraan itu disembunyikan di sebuah kandang ayam.
“Alasan pelaku melarikan diri karena merasa takut setelah menabrak korban,” jelas Samsul.
Berdasarkan pengakuan G, sebelum kecelakaan terjadi, dirinya baru saja mengantarkan dagangan sayuran ke Pasar Tulungagung. Setelah menyelesaikan aktivitas tersebut, ia mengendarai pikap untuk kembali pulang.
Penyidik juga menduga pelaku sengaja memilih jalur alternatif untuk menghindari kamera pengawas sekaligus menghilangkan jejak setelah menabrak korban. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk melengkapi proses penyidikan.







