Blitar, insanimedia.id— Pemerintah Kabupaten Blitar bersama DPR RI melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan stok pangan di gudang Bulog sebagai langkah menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Bupati Blitar, Rijanto memimpin pemantauan tersebut dengan didampingi Wakil Bupati, anggota DPR RI, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta jajaran Bulog untuk memastikan kondisi pangan tetap terkendali.
“Kita ingin betul-betul mengetahui perkembangan stok secara realistis. Alhamdulillah, saya optimistis meskipun ada ancaman El Nino, kondisi pangan kita masih dalam posisi aman,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Blitar menyiapkan cadangan beras sekitar 45.000 ton sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah masyarakat.
“Cadangan ini bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu untuk membantu masyarakat, terutama saat terjadi gejolak harga,” imbuhnya.
Anggota DPR RI Endro Hermono menyampaikan hasil pemantauan menunjukkan kondisi ketersediaan pangan di Kabupaten Blitar tergolong kuat dan mencukupi.
“Secara nasional, stok pangan kita hingga April mencapai sekitar 5 juta ton, cukup untuk dua bulan ke depan. Dari yang saya lihat di daerah, termasuk Blitar, kondisinya sangat baik dan bahkan surplus,” ujarnya.
Ia menegaskan Kabupaten Blitar memiliki peran strategis sebagai daerah produksi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga menyuplai wilayah lain.
“Blitar ini daerah produksi, sehingga selain mencukupi kebutuhan sendiri, juga bisa menyuplai ke daerah lain. Ini yang harus dijaga, baik dari sisi produksi maupun distribusinya,” tambahnya.
Pemerintah daerah memastikan kebutuhan jagung untuk pakan ternak yang mencapai sekitar 1.000 hingga 1.500 ton per hari tetap terpenuhi dengan baik.
Sinergi antara pemerintah daerah, DPR RI, TPID, dan Bulog menjaga ketahanan pangan Kabupaten Blitar tetap stabil sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi dampak cuaca ekstrem di masa mendatang.







