Blitar, insanimedia.id – Koalisi cabang olahraga (cabor) di Kota Blitar meminta kepastian pencairan anggaran pembinaan olahraga tahun 2026 kepada Pemerintah Kota Blitar. Para pengurus cabor menyampaikan aspirasi tersebut saat bertemu Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin dalam sebuah pertemuan yang digelar kemarin.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Blitar, Trijanto, mengatakan bahwa dana hibah olahraga senilai Rp2,8 miliar hingga kini belum dapat direalisasikan. Kondisi tersebut membuat sejumlah cabang olahraga harus menjalankan program pembinaan atlet secara mandiri dengan sumber daya yang tersedia.
“Kami berharap anggaran itu segera dicairkan. Selama ini beberapa kegiatan masih kami jalankan dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Trijanto menilai keterlambatan pencairan dana berisiko menghambat pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan atlet. Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah daerah memberikan kejelasan mengenai mekanisme penyaluran anggaran tersebut.
Selain meminta kepastian pencairan dana, para pengurus cabor juga mengusulkan beberapa alternatif skema pendanaan. Salah satu usulan yang muncul adalah penyaluran anggaran secara langsung kepada masing-masing cabang olahraga. Mereka juga berharap persoalan yang berkembang di tubuh KONI Kota Blitar dapat segera diselesaikan agar tidak mengganggu proses pembinaan atlet.
“Yang terpenting pembinaan atlet tetap berjalan dan berkelanjutan. Jangan sampai atlet yang terkena dampaknya,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menerima berbagai masukan dari pengurus cabang olahraga. Ia menegaskan bahwa pemerintah memahami kebutuhan atlet, pelatih, serta organisasi olahraga dalam mendukung peningkatan prestasi.
“Kami mendengar semua harapan dan masukan dari teman-teman cabor. Pemerintah tentu berkewajiban membina dan memfasilitasi peningkatan prestasi olahraga,” ujarnya.
Mas Ibin menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut para pengurus cabor menyampaikan beberapa opsi terkait pengelolaan anggaran olahraga. Selain usulan penyaluran dana langsung kepada cabor, terdapat pula gagasan agar anggaran dikelola melalui program dan kegiatan yang berada di bawah Dinas Kepemudaan dan Olahraga.
Menurutnya, pemerintah akan mengkaji seluruh masukan tersebut secara mendalam sebelum menentukan kebijakan yang akan diambil. Namun, pemerintah tetap menempatkan keberlangsungan pembinaan atlet dan pelatih sebagai prioritas utama.
“Yang paling penting bagaimana atlet, pelatih, dan cabor tetap mendapatkan pembinaan. Pemerintah akan mengakomodasi berbagai masukan yang tujuannya untuk mendukung prestasi olahraga Kota Blitar,” pungkasnya.







