Blitar,insanimedia.id – Kenaikan harga Pertamax mulai memengaruhi pola pembelian bahan bakar masyarakat. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Blitar mencatat adanya perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite setelah harga BBM nonsubsidi tersebut mengalami penyesuaian mulai Selasa (9/6) pukul 00.00 WIB.
Pengawas SPBU, Rizki, menjelaskan bahwa harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp12.500 per liter. Penyesuaian harga tersebut langsung berdampak pada jumlah pembelian konsumen.
“Untuk awal-awal setelah kenaikan harga ini, konsumennya agak menurun. Banyak yang biasanya menggunakan Pertamax mulai beralih ke Pertalite,” ujarnya, Rabu (10/6).
Sebelum kenaikan harga berlaku, SPBU tempat Rizki bertugas mampu menjual sekitar 5.000 liter Pertamax setiap hari. Namun setelah harga naik, permintaan mengalami penurunan meskipun ketersediaan stok dan distribusi bahan bakar tetap berjalan normal.
“Kalau stok Pertamax aman, pasokan juga lancar. Hanya saja memang ada pergeseran konsumen ke Pertalite,” katanya.
Rizki memperkirakan permintaan Pertalite akan meningkat dalam beberapa hari mendatang. Karena itu, pihak SPBU menyiapkan langkah antisipasi dengan menambah pasokan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Biasanya Pertalite mendapat pasokan sekitar 16 ton per hari. Kalau permintaan naik, bisa ditambah sekitar 8 ton lagi untuk mengantisipasi perpindahan konsumen dari Pertamax,” jelasnya.
Sementara itu, pengguna Pertamax bernama Isnaini mengaku terkejut setelah mengetahui adanya kenaikan harga yang mulai berlaku hari ini. Menurutnya, perubahan harga tersebut cukup berpengaruh bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan kendaraan untuk bekerja.
“Saya kaget, perasaan kemarin belum naik, sekarang sudah naik. Kalau tahu naik, kemarin sekalian tak isi penuh,” ujarnya.
Meski harga Pertamax meningkat, Isnaini belum berencana beralih ke Pertalite. Ia menilai penggunaan Pertamax masih lebih sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya yang banyak dilakukan di lapangan.
“Karena saya sehari-hari kerja di lapangan, masih tetap pakai Pertamax. Belum terbiasa kalau harus beralih ke Pertalite,” katanya.







