HMI Tulungagung Buka Training Raya Nasional, Cetak Kader Adaptif di Era Digital

Penulis : Budi

Insani Media

TULUNGAGUNG, insanimedia.id — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tulungagung, M. Saifullah Insanul Kamil, resmi membuka agenda Training Raya di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Tulungagung, Senin (28/9/2026). Rangkaian pelatihan tingkat nasional ini mencakup Latihan Kader II (LK II), Latihan Khusus Kohati (LKK), dan Senior Course (SC).

​Mengusung tema “Membaca Ulang Posisi dan Peran Kader HMI di Tengah Perubahan Sosial dan Digital”, agenda ini memberlakukan proses seleksi yang sangat ketat. Dari 50 pendaftar yang berasal dari berbagai cabang HMI se-Indonesia, hanya 25 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan yang akan berlangsung selama 11 hari dan ditutup pada Minggu (4/10/2026) mendatang.

​Ruang Refleksi Kritis dan Kawah Candradimuka

​Dalam sambutan pembukaannya, Kamil menegaskan bahwa Training Raya ini dirancang sebagai ruang refleksi kritis sekaligus kawah candradimuka bagi para kader. Tujuannya adalah untuk mencetak kader yang adaptif dan memiliki daya saing tinggi di tengah percepatan arus digitalisasi.

​Kamil mengingatkan agar kader HMI tidak sekadar menjadi penonton di tengah perubahan zaman. “Kami berharap dapat mencetak kader yang senantiasa mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Tulungagung
Suasana khidmat para peserta, pengurus, dan tamu undangan saat mengikuti prosesi pembukaan Training Raya HMI Cabang Tulungagung di aula UPT BLK Tulungagung, Senin (28/9/2026).

​Ia menjelaskan bahwa rangkaian training tahun ini diawali dengan empat hari tes screening sebelum peserta diperbolehkan memasuki forum inti selama tujuh hari. Ketatnya proses seleksi ini, menurut Kamil, merupakan bukti nyata komitmen HMI Tulungagung dalam menjaga muruah dan kualitas kaderisasi.

​”Seleksinya cukup ketat, sehingga yang diterima ikut training hanya sebanyak 25 orang,” terangnya. Ia juga berharap forum bergengsi ini mampu melahirkan gagasan-gagasan bernas yang kelak bisa menjadi masukan konstruktif bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.

​Dukungan Pemkab dan Catatan Sejarah KAHMI

​Acara pembukaan Training Raya ini turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, serta Koordinator Presidium MW KAHMI Jawa Timur, H. Nyadin.

Baca Juga :  Mahasiswa UMPWR Bantu UMKM Karangbolong, Kebumen Naik Kelas

​Dalam sambutannya, Baharudin menyampaikan apresiasi atas konsistensi HMI Cabang Tulungagung dalam menggelar kaderisasi yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, kegiatan berskala nasional ini secara tidak langsung turut mempromosikan nama Tulungagung.

​Di sela-sela sambutannya, Plt Bupati itu juga sempat berseloroh kepada para mahasiswa. “Jangan sering-sering demo di saat kepemimpinan saya,” ujarnya diiringi tawa kecil. Baharudin mendorong para kader untuk lebih mengedepankan jalur audiensi, mengingat pemerintah daerah selalu terbuka menyediakan ruang diskusi.

​Sementara itu, H. Nyadin dalam sambutannya mengajak para peserta mengenang kembali sejarah heroik pergerakan HMI Tulungagung pada tahun 1993. Kala itu, kader HMI yang hanya berjumlah ratusan orang sukses menggerakkan ribuan massa—bersama jejaring pondok pesantren setempat—untuk menyuarakan aspirasi menolak Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB).

​Bagi Kamil dan jajaran pengurus, dinamika sejarah masa lalu serta tantangan digitalisasi di masa kini sama-sama menjadi bahan refleksi yang krusial. Hal ini penting agar kader HMI Tulungagung terus relevan dalam menjawab persoalan zaman, tanpa sedikit pun kehilangan arah dalam perjuangan organisasi.