BLITAR, insanimedia.id – Pagi itu, kawasan Perkebunan Teh Sirah Kencong, Wlingi, Kabupaten Blitar, diselimuti kabut tipis dan riuh tawa anak-anak. Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Ngadirenggo berkumpul dengan antusias mengikuti program “Selangkah Belajar” yang diinisiasi oleh Komunitas Jalan Pulang pada Sabtu (30/5/2026). Gerakan sosial ini mengombinasikan konsep edukasi luar ruangan dengan penekanan khusus pada mitigasi perundungan (bullying) sejak usia dini.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui metode jelajah perkebunan. Para siswa berjalan menyusuri bentangan alam hijau dan berhenti di sejumlah pos pembelajaran terpadu untuk menyelesaikan berbagai tantangan soal pengetahuan. Tidak hanya mengasah akademis, agenda ini diseli dengan aneka perlombaan anak yang memupuk kerja sama tim, penyerahan donasi buku, serta aksi nyata bersih-bersih lingkungan sebagai edukasi ekologis.
Pendekatan humanis di alam terbuka ini menjadi oase edukasi karakter di tengah tantangan moral anak zaman sekarang. Berdasarkan data resmi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) per awal tahun 2026, klaster perlindungan anak terpadu masih menyoroti tingginya kasus perundungan di lingkungan sekolah dasar yang mencapai 23% dari total aduan kekerasan fisik dan psikis anak. Pendekatan berbasis komunitas lokal dinilai menjadi pilar krusial dalam pencegahan dini di wilayah pelosok.
Gerakan ini lahir dari komitmen kolektif para pemuda daerah yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi luar kota untuk kembali membangun tanah kelahiran mereka. Jarak dan perbedaan latar belakang kampus tidak menyurutkan langkah mereka untuk mengabdi secara berkala di Blitar.
”Komunitas ini berawal dari temen masa kecil, yang sekarang sudah berbeda-beda kampus. Kami berkumpul kembali dan menginisiasi sebuah gerakan sosial di daerah tercinta Blitar, karena sejauh apa pun kita pergi, Blitar adalah awal mula perjalanan,” ujar Naja, Koordinator Komunitas Jalan Pulang.
Pemilihan lokasi di SDN 04 Ngadirenggo didasarkan pada kebutuhan penguatan literasi dan akses edukasi karakter bagi anak-anak di wilayah perkebunan yang cukup jauh dari pusat kota. Melalui pos-pos belajar, relawan menyelipkan pemahaman mengenai pentingnya menghargai sesama teman.
”Selangkah belajar merupakan salah satu program yang kami buat, karena memang selangkah itu siapa tahu akan menjadi ribuan langkah kesuksesan dari anak-anak di sini. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, penuh tawa dan cerita. Harapan kami, akan ada selangkah yang lain selanjutnya,” kata Zaky Fatkhur, Koordinator Kegiatan.
Pihak sekolah pun menyambut baik inovasi yang dibawa oleh para mahasiswa ini. Kehadiran figur mentor pemuda dianggap mampu memberikan motivasi baru bagi para siswa sekolah dasar untuk berani bermimpi tinggi.
”Kehadiran anak-anak muda dari Komunitas Jalan Pulang membawa energi yang sangat positif bagi anak didik kami. Edukasi moral seperti anti-perundungan yang disampaikan secara menyenangkan di alam terbuka ini jauh lebih membekas di memori anak-anak dibandingkan metode hafalan di dalam kelas,” tutur Hasan, guru SDN 04 Ngadirenggo.
Melalui kolaborasi humanis ini, Komunitas Jalan Pulang membuktikan bahwa sinergi pemuda mampu menjadi katalisator perubahan sosial. Langkah kecil di lereng Sirah Kencong tersebut diharapkan terus berlanjut menjadi fondasi kokoh demi melahirkan generasi emas Blitar yang cerdas, berkarakter, dan bebas dari perundungan.







