Madiun, insanimedia.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperkuat budaya keselamatan perjalanan kereta api dengan meningkatkan kompetensi dan kedisiplinan Petugas Jaga Lintasan (PJL).
KAI Daop 7 Madiun menggelar pembinaan bagi petugas PJL di Kantor Bersama Daop 7 Madiun, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Vice President (VP) Daop 7 Madiun, Ali Afandi, dan diikuti 32 petugas dari berbagai wilayah kerja.
Melalui pembinaan ini, KAI berupaya memastikan setiap petugas memiliki kesiapan mental, kedisiplinan, serta pemahaman yang baik terhadap standar operasional prosedur (SOP) saat bertugas di lapangan.
KAI Daop 7 Madiun menitikberatkan pembinaan pada tiga aspek utama. Pertama, peningkatan kompetensi teknis melalui pemahaman regulasi perkeretaapian terbaru, arti semboyan, rambu-rambu, serta prosedur pengoperasian palang pintu perlintasan secara tepat dan aman.
Kedua, penguatan karakter dan budaya kerja. KAI menanamkan nilai tanggung jawab serta integritas kepada petugas agar mereka senantiasa waspada dan menjalankan tugas sesuai ketentuan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Ketiga, standarisasi kualifikasi petugas. KAI memastikan personel yang bertugas di lapangan memiliki kualifikasi resmi dan sertifikasi sesuai standar keselamatan kerja di sektor perkeretaapian.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa faktor manusia memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api, terutama di perlintasan sebidang yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Karena itu, KAI tidak hanya memberikan pembinaan kepada petugas, tetapi juga memperkuat pengawasan melalui inspeksi lapangan secara berkala.
“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Melalui pembinaan SDM ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh Petugas Jaga Lintasan tidak hanya handal secara teknis, tetapi juga memiliki tingkat disiplin, kewaspadaan, dan kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan masyarakat yang melintas maupun keselamatan perjalanan KA itu sendiri,” ujar Tohari.
Tohari menambahkan, KAI Daop 7 Madiun akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan operasional melalui pembinaan rutin serta pengawasan intensif terhadap petugas di lapangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membangun budaya keselamatan (safety culture) yang kuat di seluruh jajaran operasional KAI. Dengan kompetensi dan kedisiplinan petugas yang terus meningkat, KAI berupaya menjaga perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan selamat hingga tujuan.
Pembinaan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 7 Madiun dalam meningkatkan perlindungan bagi pengguna jalan yang melintasi perlintasan sebidang serta menjaga keselamatan perjalanan kereta api.







